Surabaya, 27 Maret 2026 – RS Kemenkes Surabaya kembali menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan kualitas layanan kesehatan melalui penyelenggaraan Workshop Pengenalan Robotic Gait System yang digelar pada Jumat (27/3/2026) di lingkungan rumah sakit. Kegiatan ini diikuti oleh 30 peserta dan menghadirkan sejumlah tokoh penting di bidang kesehatan, di antaranya Dr. H. Emil Dardak, B. Bus., M.Sc. selaku Wakil Gubernur Jawa Timur, Prof. Dr. dr. Erwin Astha Triyono, Sp. PD., FINASIM selaku Kepala Dinas Kesehatan Jawa Timur, serta jajaran manajemen rumah sakit seperti dr. Martha. L. M. Siahaan, SH., MARS., MH.Kes dan Dani Indrawan, SE., MARS.
Pembukaan Workshop Menjawab Tantangan Layanan Kesehatan di Era Modern
Acara dibuka secara resmi oleh dr. Martha. L. M. Siahaan, SH., MARS., MH.Kes selaku Plh. Direktur utama RS Kemenkes Surabaya yang dalam sambutannya menyoroti perkembangan pesat jumlah rumah sakit di Jawa Timur. Beliau mengungkapkan bahwa provinsi ini memiliki sekitar 467 rumah sakit, yang jumlahnya terbanyak di Indonesia. Dalam sesi dialog pembuka, dr. Martha mengajukan pertanyaan kritis kepada Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timur terkait fenomena masyarakat Indonesia yang masih memilih berobat ke luar negeri.
Menanggapi hal tersebut, Prof. Dr. dr. Erwin Astha Triyono, Sp. PD., FINASIM menegaskan bahwa tantangan utama bukan hanya jumlah fasilitas, tetapi juga kualitas layanan dan kepastian bagi pasien. Ia menyoroti bahwa negara tetangga telah lebih dulu menyiapkan sistem layanan kesehatan yang terintegrasi dan berorientasi pada kepastian biaya, waktu, serta teknologi. Menurutnya, pemerintah melalui Kementerian Kesehatan telah mulai menghadirkan alat-alat medis canggih dan peningkatan SDM. Namun, langkah selanjutnya yang krusial adalah membangun clinical guidelines yang mampu meningkatkan mutu layanan serta menghasilkan outcome yang optimal bagi pasien.
Inovasi Robotic Gait System Dorong Transformasi Rehabilitasi Medis di Jawa Timur
Memasuki inti acara, workshop berfokus pada pengenalan Robotic Gait System sebagai inovasi dalam rehabilitasi medis, khususnya bagi pasien dengan gangguan neurologis seperti stroke, brain injury, spine core injury, cerebral palsy, dan lainnya. RS Kemenkes Surabaya bekerja sama dengan PT Polaris Alkes Starindo serta menghadirkan narasumber internasional dari Singapura yang berkolaborasi dengan Fourier.
Workshop ini menjadi bagian dari upaya RS Kemenkes Surabaya dalam meningkatkan daya saing layanan kesehatan nasional, sekaligus menjawab tantangan globalisasi di sektor medis. Dengan mengadopsi teknologi modern dan memperkuat standar pelayanan, rumah sakit di Indonesia khususnya di Jawa Timur diharapkan mampu memberikan layanan yang tidak hanya kompetitif, tetapi juga terpercaya di mata masyarakat. Kegiatan ditutup dengan sesi foto bersama sebagai simbol kolaborasi dan komitmen bersama dalam memajukan layanan kesehatan berbasis teknologi di Indonesia.