Waspada! Fakta Kanker Ginjal yang Jarang Diketahui

Waspada! Fakta Kanker Ginjal yang Jarang Diketahui

06 May 2026
Bagikan:

“Jarang terdengar dibandingkan kanker lainnya, tetapi kanker ginjal juga berbahaya dan sering terlambat diketahui.”

Apa Itu Kanker Ginjal?

Kanker ginjal terjadi ketika sel-sel di dalam ginjal tumbuh secara abnormal dan tidak terkendali, kemudian membentuk massa atau tumor. Jenis kanker ginjal yang paling sering terjadi adalah Renal Cell Carcinoma (RCC), yang berasal dari sel-sel tubulus ginjal. Sekitar 85–90% kasus kanker ginjal pada orang dewasa termasuk dalam jenis ini.

Selain RCC, terdapat beberapa jenis kanker ginjal lain yang lebih jarang, seperti Karsinoma urotelial pada pelvis ginjal, Tumor Wilms (yang umumnya terjadi pada anak-anak), dan beberapa jenis tumor ginjal langka lainnya.

7 Fakta Penting Tentang Kanker Ginjal yang Jarang Diketahui!

1. Sering Tidak Menimbulkan Gejala di Awal

Kanker ginjal sering tidak menimbulkan gejala pada tahap awal sehingga banyak kasus baru ditemukan secara tidak sengaja saat pemeriksaan USG atau CT scan untuk keluhan lain. Akibatnya, sebagian pasien baru mengetahui penyakitnya ketika kanker sudah berkembang. Temuan awal juga dapat berupa kista ginjal, terutama klasifikasi BOSNIAK II, III, atau IV yang perlu segera ditindaklanjuti.

2. Urine Berdarah Bisa Menjadi Tanda Penting

Salah satu tanda yang perlu diwaspadai adalah adanya darah dalam urine (hematuria), baik yang terlihat langsung maupun yang hanya terdeteksi melalui pemeriksaan laboratorium. Kondisi ini tidak normal. Meskipun tidak selalu disebabkan oleh kanker ginjal (bisa dipicu infeksi, radang, atau batu ginjal), keluhan ini tidak boleh dianggap sepele dan perlu segera dikonsultasikan ke dokter ahli ginjal.

3. Nyeri Pinggang yang Sulit Diobati

Tidak semua masalah ginjal menimbulkan nyeri pinggang karena ginjal tidak memiliki saraf nyeri, kecuali pada lapisan kapsul pembungkusnya. Nyeri biasanya muncul saat terjadi peregangan kapsul, seperti akibat infeksi, batu ginjal, tumor, atau kista. Pada kanker ginjal, nyeri pinggang yang perlu dicurigai adalah nyeri yang terus-menerus, tidak membaik dengan istirahat atau obat antinyeri biasa, serta disertai gejala lain seperti hematuria, penurunan berat badan drastis, demam, atau kelelahan tanpa sebab jelas.

4. Faktor-Faktor Risiko yang Sering Tidak Disadari

Penyebab kanker ginjal bersifat multifaktor, mulai dari genetik, gaya hidup, hingga lingkungan. Beberapa faktor pemicunya antara lain merokok, obesitas, hipertensi, paparan bahan kimia tertentu, dan riwayat keluarga dengan kanker ginjal. Merokok dapat merusak sel ginjal, obesitas memicu perubahan hormon dan metabolisme, sedangkan hipertensi dapat merusak pembuluh darah kecil di ginjal. Menjaga gaya hidup sehat sangat penting untuk membantu menurunkan risiko ini.

5. Lebih Banyak Menyerang Laki-Laki

Angka kejadian kanker ginjal di Indonesia sekitar 2,4–3 kasus per 100.000 penduduk per tahun dan menyumbang sekitar 0,66% dari semua kasus kanker di Indonesia. Laki-laki lebih sering terkena (2–3 kali lebih tinggi) dibanding wanita, dengan rentang usia tersering sekitar 50–70 tahun.

6. Sering Ditemukan Secara Tidak Sengaja

Saat ini, semakin banyak kasus kanker ginjal ditemukan secara insidental, yaitu ketika pasien menjalani pemeriksaan pencitraan seperti USG, CT scan, atau MRI untuk keluhan lainnya. Penemuan dini sangat penting karena memberikan peluang pengobatan yang jauh lebih baik.

7. Bisa Diobati Jika Ditemukan Lebih Awal

Kabar baiknya, kanker ginjal yang ditemukan pada tahap awal memiliki peluang kesembuhan yang cukup tinggi. Penanganan dapat berupa operasi pengangkatan tumor atau sebagian ginjal, terapi target untuk menghambat pertumbuhan pembuluh darah kanker, serta imunoterapi pada kasus tertentu.

Bagaimana Cara Mendiagnosis Kanker Ginjal?

Dokter biasanya menggunakan beberapa pemeriksaan medis untuk menegakkan diagnosis kanker ginjal, antara lain:

  • Pemeriksaan Urine: Untuk melihat adanya darah atau kelainan lain pada urine.

  • Ultrasonografi (USG): Pemeriksaan awal yang sering digunakan untuk mendeteksi adanya massa pada ginjal.

  • CT Scan atau MRI: Untuk menilai stadium kanker secara detail berdasarkan ukuran massa dan penyebarannya ke organ lain.

  • Pemeriksaan Darah: Untuk menilai fungsi ginjal dan kondisi tubuh secara keseluruhan.

Bisakah Kanker Ginjal Dicegah?

Tidak semua kanker ginjal dapat dicegah karena pemicunya sangat multifaktor dan sulit diprediksi. Namun, beberapa langkah sehat berikut terbukti dapat menurunkan risikonya:

  • Berhenti merokok.

  • Menjaga berat badan tetap ideal.

  • Mengontrol tekanan darah agar tetap normal.

  • Mengonsumsi makanan dan minuman sehat.

  • Menghindari paparan bahan kimia berbahaya.

  • Melakukan Medical Check-Up (pemeriksaan kesehatan) secara berkala.

Kanker ginjal merupakan penyakit yang sering berkembang tanpa gejala pada tahap awal. Oleh karena itu, kesadaran masyarakat terhadap faktor risiko dan tanda-tanda penyakit ini sangatlah penting. Dengan pola hidup sehat, pengendalian penyakit kronis, serta pemeriksaan kesehatan berkala, risiko kanker ginjal dapat ditekan. Semakin cepat ditemukan, semakin besar peluang sembuh dan keberhasilan pengobatannya.

Daftar Pustaka

American Cancer Society. (2024). Risk factors for kidney cancer.

Campbell, S., et al. (n.d.). Renal cell carcinoma. In Campbell-Walsh Urology (12th ed.).

Lestari, A. S., Aristo, & Harun, H. (2019). Pemeriksaan penunjang dalam mendiagnosis tumor ginjal. Jurnal Medical Profession, 1(2).

Ljungberg, B., et al. (2023). EAU guidelines on renal cell carcinoma. European Association of Urology.

Motzer, R. J., et al. (2017). Kidney cancer. Nature Reviews Disease Primers, 3, 17009. https://doi.org/10.1038/nrdp.2017.9

National Cancer Institute. (2024). Kidney cancer treatment (adult).

Sung, H., Ferlay, J., Siegel, R. L., Laversanne, M., Soerjomataram, I., Jemal, A., & Bray, F. (2021). Global cancer statistics 2020: GLOBOCAN estimates of incidence and mortality worldwide for 36 cancers in 185 countries. CA: A Cancer Journal for Clinicians, 71(3), 209–249. https://doi.org/10.3322/caac.21660

 

 

Ditulis Oleh: dr. RA Adaninggar Primadia Nariswari, SpPD-KGH - Spesialis Penyakit Dalam Konsultan Ginjal dan Hipertensi
Disunting Oleh: Ferdina Elisya Putri, S.K.M.

Informasi ini bersifat edukatif dan tidak menggantikan konsultasi langsung dengan dokter. Jika Anda memiliki keluhan medis, konsultasikan dengan tenaga kesehatan profesional.
Panggilan Darurat
Form Pengaduan
Chat AI
Chat WhatsApp
Memuat halaman
Asisten Virtual RSKS
Siap membantu Anda

Halo! Saya Asisten Virtual RS Kemenkes Surabaya. Ada yang bisa saya bantu?

💬 Anda bisa mengetik atau menggunakan suara (tap icon mic).
⚠️ Catatan: Riwayat chat akan otomatis terhapus dalam 3 hari. Simpan informasi penting Anda.