Terapi Target I-131 MIBG: Harapan Baru Kanker Neuroblastoma pada Anak

Terapi Target I-131 MIBG: Harapan Baru Kanker Neuroblastoma pada Anak

13 May 2026
Bagikan:

Sobat Sehat, salah satu jenis kanker anak yang perlu kita kenali adalah neuroblastoma, yaitu kanker yang berasal dari sel saraf simpatis yang belum matang. Ketika seorang anak didiagnosis menderita kanker, keluarga tentu menghadapi masa yang berat secara emosional maupun praktis. Penyakit ini paling sering terjadi pada bayi dan anak usia dini, terutama sebelum menginjak usia 5 tahun. Neuroblastoma dapat muncul di kelenjar adrenal yang berada di atas ginjal, tetapi juga dapat timbul di dada, leher, perut, atau panggul karena jaringan asalnya mengikuti jalur sistem saraf simpatis.

Pada sebagian anak, penyakit ini bisa bersifat ringan, tetapi pada sebagian lainnya dapat tumbuh secara agresif dan menyebar ke tulang, sumsum tulang, hati, atau kulit. Oleh karena itu, pengobatan terhadap kanker ini harus disesuaikan dengan tingkat risiko masing-masing pasien. Salah satu bentuk terapi yang menarik perhatian dalam bidang kedokteran nuklir untuk menangani kondisi ini adalah I-131 metaiodobenzylguanidine, atau yang disingkat dengan I-131 MIBG.

Apa Itu MIBG?

Mungkin Sobat Sehat bertanya-tanya, apa sebenarnya MIBG itu? MIBG adalah zat yang bentuknya mirip dengan norepinefrin, yaitu senyawa yang biasa digunakan oleh sistem saraf simpatis. Menariknya, banyak sel neuroblastoma masih memiliki “pintu masuk” khusus untuk menangkap zat semacam ini, yang disebut norepinephrine transporter.

Cara kerja terapi MIBG dapat diiibaratkan sebagai kurir pengantar. MIBG bertugas sebagai kurir yang bisa mengenali lokasi sel kanker, sedangkan zat radioaktif I-131 adalah 'paket' radiasinya. Sehingga, MIBG akan mengantarkan dan mengumpulkan radiasi tersebut langsung ke dalam sel kanker secara spesifik, tanpa menyasar ke sel yang sehat. ekanisme inilah yang membuat I-131 MIBG termasuk ke dalam terapi target yang sangat penting pada kasus neuroblastoma.

Dalam praktik klinis, I-131 MIBG digunakan pada neuroblastoma yang kambuh kembali atau tidak cukup responsif terhadap terapi standar, khususnya bila hasil pemeriksaan menunjukkan bahwa tumor memang mampu menyerap MIBG. Pada beberapa pusat rujukan kesehatan, terapi ini juga dipertimbangkan sebagai bagian dari strategi untuk menurunkan beban tumor sebelum dilanjutkan dengan terapi lain, seperti transplantasi sel punca.

Cara Penanganan Neuroblastoma

National Cancer Institute menjelaskan bahwa penanganan neuroblastoma, terutama pada tingkat risiko tinggi atau penyakit berulang, memang sering memerlukan kombinasi beberapa modalitas, termasuk terapi berbasis target seperti MIBG. Sebelum anak menerima terapi ini, ada beberapa tahapan evaluasi yang perlu dilakukan oleh tim medis, di antaranya:

  1. Pemeriksaan Pencitraan Diagnostik: Dokter akan memastikan terlebih dahulu bahwa tumor benar-benar menangkap MIBG. Hal ini penting karena terapi I-131 MIBG hanya akan bermanfaat bila target tumornya dapat menyerap radiofarmaka tersebut.

  2. Penilaian Kondisi Umum: Dokter akan menilai kondisi anak secara keseluruhan, termasuk fungsi ginjal, fungsi hati, serta keadaan sumsum tulang. Tujuannya agar terapi diberikan pada pasien yang tepat dan dalam kondisi yang paling aman.

  3. Tinjauan Obat-obatan: Sesuai pedoman EANM, penting untuk meninjau obat-obatan lain yang sedang dikonsumsi anak, karena ada kemungkinan obat tersebut dapat mengganggu penyerapan MIBG oleh sel tumor.

  4. Perlindungan Tiroid: Sebelum terapi, pasien akan diberikan perlindungan tiroid. Hal ini dilakukan agar iodium radioaktif bebas tidak terserap oleh kelenjar tiroid yang sehat.

  5. Pemberian Terapi: I-131 MIBG diberikan melalui infus intravena. Karena zat ini memancarkan radiasi, pasien kemudian akan dirawat sementara di ruang isolasi radiasi hingga tingkat paparannya turun ke batas yang aman.

  6. Pemantauan Medis: Tim medis akan terus memantau tekanan darah, keluhan akut, fungsi organ, dan kondisi umum pasien selama masa perawatan.

Keunggulan Terapi I-131 MIBG

  • Mampu menjangkau sel penyakit yang tersebar di banyak lokasi dalam tubuh, misalnya saat kanker menyebar ke tulang dan sumsum tulang.

  • Memiliki target biologis yang sangat jelas, yaitu sel tumor yang mampu menangkap MIBG melalui mekanisme transporter norepinefrin.

  • Aktivitas terapinya tetap memberikan dampak bermakna, bahkan pada pasien yang telah menjalani banyak pengobatan sebelumnya.

  • Memiliki peluang yang baik untuk dikombinasikan dengan modalitas pengobatan lain, seperti kemoterapi, transplantasi sel punca, atau strategi terapi lanjutan lainnya.

Keterbatasan Terapi I-131 MIBG

  • Terapi ini hanya efektif pada tumor yang bersifat MIBG-avid, yaitu tumor yang benar-benar terbukti dapat menyerap MIBG pada tahap pemeriksaan diagnostik.

  • Membutuhkan fasilitas radioproteksi khusus, termasuk ketersediaan ruang isolasi radiasi dan prosedur keselamatan yang ketat.

  • Toksisitas hematologis, terutama penekanan sumsum tulang, dapat menjadi faktor pembatas dalam menentukan dosis pemberian.

  • Pada pasien anak, terdapat kompleksitas logistik pediatrik dan isolasi radiasi yang sering kali menuntut kesiapan fisik, emosional, dan sosial yang kuat, baik dari pasien maupun keluarganya.

Efek Samping Terapi I-131 MIBG

  1. Penurunan produksi sel darah merah, sel darah putih, dan trombosit. Oleh karena itu, pasien sangat memerlukan pemeriksaan darah berkala setelah menjalani terapi.

  2. Pada dosis yang lebih tinggi atau pada pasien dengan kondisi tertentu, dukungan sel punca mungkin akan dipertimbangkan oleh dokter.

  3. Dapat muncul efek samping berupa mual, muntah, mulut kering, rasa lelah, atau gangguan tiroid apabila perlindungan tiroid tidak berjalan optimal.

Walaupun demikian, pedoman dan pengalaman klinis menunjukkan bahwa efek samping nonhematologis umumnya dapat dikelola dengan pengawasan yang baik serta perawatan suportif yang tepat.

Catatan Penting untuk Orang Tua

Hal terpenting yang perlu dipahami oleh Sobat Sehat adalah bahwa terapi I-131 MIBG merupakan bagian dari kemajuan pengobatan kanker anak yang kini semakin terarah. Jika di masa lalu terapi kanker lebih banyak mengandalkan pendekatan yang luas dan agresif, kini ilmu kedokteran bergerak menuju pengobatan yang lebih personal, yaitu memilih terapi berdasarkan sifat biologis tumor itu sendiri.

Pada neuroblastoma, kemampuan sel kanker untuk menyerap MIBG justru dimanfaatkan sebagai celah atau titik lemah untuk menyerang tumor tersebut. Ini adalah bukti nyata bagaimana ilmu pengetahuan mampu mengubah karakteristik penyakit menjadi peluang terapi penyembuhan. Sobat Sehat, I-131 MIBG bukanlah satu-satunya jalan pengobatan, tetapi bisa menjadi bagian yang sangat penting dalam strategi besar penanganan neuroblastoma, terutama pada kasus dengan risiko tinggi. Dengan seleksi pasien yang tepat, persiapan yang matang, serta pemantauan ketat oleh tim multidisiplin, terapi ini dapat membantu meningkatkan kontrol penyakit dan memberi kesempatan berharga bagi anak untuk melanjutkan terapi berikutnya.

 

Disunting Oleh: Hamidah Indrihapsari, SKM, MKM

Referensi

Giammarile, F., Chiti, A., Lassmann, M., Brans, B., & Flux, G. (2008). EANM procedure guidelines for 131I-meta-iodobenzylguanidine therapy. European Journal of Nuclear Medicine and Molecular Imaging, 35(5), 1039-1047. (Referensi ini banyak membahas tentang prosedur perlindungan, isolasi radiasi, serta panduan keamanan pasien, termasuk dukungan logistik untuk anak dan keluarga).

Kayano, D., & Kinuya, S. (2015). Iodine-131 Metaiodobenzylguanidine therapy for neuroblastoma: Reports so far and future perspective. The Scientific World Journal, 2015, 350351.

Matthay, K. K., Yanik, G., Messina, J., et al. (2007). Phase II study on the effect of disease sites, age, and prior therapy on response to iodine-131-metaiodobenzylguanidine therapy in refractory neuroblastoma. Journal of Clinical Oncology, 25(9), 1054-1060.

PDQ Pediatric Treatment Editorial Board. (2025). Neuroblastoma Treatment (PDQ®)–Health Professional Version. National Cancer Institute. (Referensi dari NCI ini mencakup panduan penanganan menyeluruh pada kanker anak, termasuk aspek dukungan psikososial dan perawatan suportif bagi anak maupun keluarganya).

Samim, A., et al. (2024). A narrative review of 35 years of meta-[131I]iodobenzylguanidine therapy in neuroblastoma. European Journal of Clinical Pediatrics.
Informasi ini bukan pengganti konsultasi langsung dengan dokter.

Pertanyaan yang Sering Diajukan

Terapi ini paling sering digunakan pada neuroblastoma risiko tinggi, terutama yang kambuh kembali atau tidak cukup responsif terhadap terapi standar. Pada beberapa kasus, terapi ini juga dipakai untuk menurunkan beban tumor sebelum pasien menjalani terapi lanjutan

Prosedur pemberian terapi umumnya tidak menimbulkan nyeri yang berat karena obat diberikan melalui infus. Namun, pasien tetap bisa merasa tidak nyaman akibat kondisi penyakitnya itu sendiri, saat berada di ruang rawat isolasi, atau karena efek samping yang timbul setelah terapi.

Prosedur pemberian terapi umumnya tidak menimbulkan nyeri yang berat karena obat diberikan melalui infus. Meskipun anak mungkin akan merasa tidak nyaman akibat harus berada di ruang rawat isolasi, merasakan efek samping setelah terapi, atau karena kondisi penyakitnya sendiri, orang tua tidak perlu merasa khawatir yang berlebihan. Peran orang tua justru sangat dibutuhkan untuk ikut menenangkan, memberikan dukungan penuh, dan mendampingi anak secara emosional selama seluruh proses pengobatan berlangsung agar ia merasa aman dan tenang.
Panggilan Darurat
Form Pengaduan
Chat AI
Chat WhatsApp
Memuat halaman
Asisten Virtual RSKS
Siap membantu Anda

Halo! Saya Asisten Virtual RS Kemenkes Surabaya. Ada yang bisa saya bantu?

💬 Anda bisa mengetik atau menggunakan suara (tap icon mic).
⚠️ Catatan: Riwayat chat akan otomatis terhapus dalam 3 hari. Simpan informasi penting Anda.