Terapi Hemoperfusi: Atasi Komplikasi Tulang Keropos dan Pengapuran Pembuluh Darah pada Pasien Cuci Darah

Terapi Hemoperfusi: Atasi Komplikasi Tulang Keropos dan Pengapuran Pembuluh Darah pada Pasien Cuci Darah

04 Jun 2026
Bagikan:

Bagi Sobat Sehat yang memiliki kerabat dengan kondisi gagal ginjal, masalah seperti tubuh bengkak akibat kelebihan cairan atau penumpukan racun protein mungkin sudah tidak asing lagi. Namun, tahukah Anda? Ada satu komplikasi penting yang sering kali luput dari perhatian, yaitu gangguan mineral dan tulang, atau dalam istilah medis dikenal sebagai Chronic Kidney Disease – Mineral Bone Disorders (CKD-MBD).

Kondisi ini tidak boleh disepelekan karena dapat menyebabkan tulang menjadi rapuh, nyeri pada otot dan sendi, gatal berkepanjangan, hingga pengapuran pembuluh darah dan jantung yang berisiko fatal. Lalu, apa penyebab utamanya? Yakni kenaikan hormon paratiroid (PTH) yang tidak terkontrol. 

Hormon Paratiroid (PTH) adalah hormon yang diproduksi oleh kelenjar paratiroid, yaitu empat kelenjar berukuran sebesar kacang polong yang terletak di leher, tepat berada di belakang kelenjar tiroid. Fungsi utama hormon ini adalah mengatur dan menjaga keseimbangan kadar kalsium dan fosfor di dalam tubuh. Kalsium tidak hanya penting untuk kepadatan tulang dan gigi, tetapi juga krusial untuk memastikan saraf, otot, dan jantung berfungsi dengan baik. 

Mengapa Hormon PTH Bisa Naik pada Pasien Gagal Ginjal?

Ginjal yang sehat berfungsi membantu mengatur keseimbangan kalsium, fosfor, dan vitamin D. Namun, saat fungsi ginjal menurun, akan terdapat beberapa masalah di antaranya:

  1. Fosfor menumpuk di dalam darah.
  2. Produksi vitamin D aktif berkurang drastis.
  3. Kadar kalsium dalam tubuh cenderung turun.

Merespons beberapa kondisi tersebut, tubuh akan memerintahkan kelenjar paratiroid untuk memproduksi lebih banyak hormon PTH. Pada awalnya, ini adalah mekanisme pertahanan alami tubuh. Namun, jika berlangsung terus-menerus, kadar PTH akan melonjak terlalu tinggi dan justru berbalik merusak tulang serta pembuluh darah.

PTH yang tinggi sering kali tidak menimbulkan gejala pada tahap awal. Seiring berjalannya waktu, pasien mulai merasakan nyeri tulang dan sendi, kelemahan otot, tulang yang mudah patah, gatal kronis yang sulit diatasi, hingga pengapuran pembuluh darah yang memengaruhi kerja jantung. Sayangnya, banyak pasien menganggap gatal yang dialami hanyalah efek biasa dari cuci darah, padahal itu adalah tanda bahaya adanya gangguan metabolisme mineral tulang yang belum tertangani.

Sudah Diet dan Minum Obat, Mengapa PTH Tetap Tinggi?

Penatalaksanaan standar untuk kondisi ini biasanya meliputi pembatasan asupan fosfor dalam makanan, konsumsi obat pengikat fosfat, suplementasi vitamin D aktif, penggunaan obat golongan calcimimetic (seperti cinacalcet), hingga operasi paratiroid (pada kasus-kasus tertentu).

Namun, pada sebagian pasien, kadar PTH tetap saja tinggi dan sulit dikendalikan meski terapi di atas sudah dilakukan secara optimal. Hal ini terjadi karena tubuh sudah mengalami kondisi dekompensasi yang terlalu berat. Di sinilah teknologi Hemoperfusi mulai mendapat perhatian besar sebagai terapi tambahan yang efektif.

Apa Itu Hemoperfusi Filter PTH?

Mesin hemodialisis (cuci darah) layaknya saringan yang membuang racun-racun berukuran kecil dari dalam darah. Masalahnya, beberapa racun termasuk hormon PTH memiliki ukuran molekul sedang hingga besar, sehingga tidak selalu dapat dibersihkan secara tuntas hanya dengan teknik hemodialisis biasa.

Hemoperfusi hadir sebagai solusinya. Terapi ini menggunakan cartridge resin adsorpsi khusus yang bekerja layaknya "magnet molekul". Saat darah pasien dialirkan melalui cartridge tersebut, molekul-molekul racun berukuran sedang hingga besar akan menempel dan terperangkap erat di dalam resin.

Cara Kerja Hemoperfusi

Proses ini dilakukan bersamaan saat pasien menjalani rutinitas cuci darah, dengan alur sebagai berikut:

  1. Darah keluar dari tubuh melalui akses vaskular pasien.
  2. Darah dialirkan melewati cartridge hemoperfusi.
  3. Resin di dalam cartridge menyerap dan mengunci molekul target, termasuk PTH dan toksin berukuran sedang lainnya.
  4. Darah yang sudah lebih bersih diteruskan ke dialyzer (mesin cuci darah utama), lalu dikembalikan ke dalam tubuh.

Kombinasi kedua proses ini membuat pembersihan darah menjadi jauh lebih komprehensif.

Manfaat Terapi Hemoperfusi

Berbagai penelitian medis menunjukkan bahwa kombinasi hemodialisis dan hemoperfusi mampu memberikan manfaat signifikan, antara lain:

  • Menurunkan kadar PTH secara efektif.

  • Menurunkan kadar β2-microglobulin (salah satu molekul racun berukuran sedang penyebab komplikasi).

  • Mengurangi keluhan gatal (pruritus uremik) yang sangat menyiksa pada pasien.

  • Memperbaiki gangguan metabolisme kalsium dan fosfor.

  • Meningkatkan kualitas hidup pasien yang gejalanya sulit dikendalikan dengan terapi konvensional.

Apakah Semua Pasien Cuci Darah Membutuhkan Hemoperfusi?

Tidak. Hemoperfusi bukanlah pengganti terapi standar, dan bukan pula prosedur rutin yang wajib bagi semua pasien cuci darah. Terapi tambahan ini sangat dipertimbangkan bagi pasien dengan kondisi:

  1. Kadar PTH tetap tinggi meski sudah menjalani terapi optimal.
  2. Mengalami gangguan mineral tulang yang sulit dikontrol.
  3. Menderita gatal uremik berat yang mengganggu aktivitas.
  4. Terindikasi mengalami akumulasi toksin molekul sedang tertentu.

Penentuan kebutuhan terapi ini harus melalui evaluasi dan diagnosis langsung oleh Dokter Spesialis Ginjal berdasarkan kondisi klinis masing-masing pasien.

Pesan Bagi yang Menjalani Cuci Darah

Jika Sobat Sehat atau kerabat adalah pasien hemodialisis, pastikan Anda untuk tidak hanya berfokus pada hasil ureum dan kreatinin saja, tapi juga  untuk berdiskusi dengan dokter mengenai:

  • Kadar hormon PTH

  • Kadar kalsium

  • Kadar fosfor

  • Level vitamin D

Ingat, keberhasilan terapi gagal ginjal tidak sekadar diukur dari "berapa lama Anda sudah cuci darah", melainkan seberapa baik Anda menjaga kesehatan tulang, pembuluh darah, dan kualitas hidup secara menyeluruh. Jangan tunggu sampai terjadi patah tulang, nyeri hebat, atau gatal yang membuat Anda tidak bisa tidur pulas.

Layanan kombinasi terapi Hemoperfusi dan Hemodialisis telah tersedia di Instalasi Hemodialisis RSUP Kemenkes Surabaya. Bila Anda atau kerabat Anda merupakan pasien cuci darah yang mengalami keluhan-keluhan terkait tingginya kadar PTH, silakan datang langsung ke Poliklinik Ginjal untuk berkonsultasi dengan Dokter Konsultan Ginjal-Hipertensi kami. Bisa jadi, layanan canggih ini adalah jawaban yang Anda cari selama ini untuk kualitas hidup yang lebih baik.

Referensi

Cheng, W., Luo, Y., Wang, H., Qin, X., et al. (2022). Survival outcomes of hemoperfusion and hemodialysis versus hemodialysis in patients with end stage renal disease: A systematic review and meta analysis. Blood Purification Journal, 51(3), 213–225. https://doi.org/10.1159/000514940

Huu, D. N., Quy, Q. D. B., Thu, H. N. T., The, C. P., et al. (2021). A combination of hemodialysis with hemoperfusion helped to reduce the cardiovascular-related mortality rate after a 3 year follow up: A pilot study in Vietnam. Blood Purification Journal, 50(1), 65–72. https://doi.org/10.1159/000494406

Jafron International. (n.d.). Hemoperfusion for end stage renal disease. In Kidney care handbook. Diakses dari https://www.jafron.com/

Morachiello, P., Landini, S., Fracasso, A., et al. (2008). Hemoperfusion in the treatment of secondary hyperparathyroidism of uremic patients. Blood Purification Journal. https://doi.org/10.1159/000170011

National Kidney Foundation. (2026). Secondary hyperparathyroidism (SHPT). Diakses dari https://www.kidney.org/kidney-topics/secondary-hyperparathyroidism-shpt
Informasi ini bersifat edukatif dan tidak menggantikan konsultasi langsung dengan dokter. Jika Anda memiliki keluhan medis, konsultasikan dengan tenaga kesehatan profesional.

Pertanyaan yang Sering Diajukan

Tentu saja tetap perlu, Sobat Sehat! Hemoperfusi bukanlah pengganti cuci darah (hemodialisis), melainkan "terapi pendamping". Mesin cuci darah bertugas membuang cairan berlebih dan menyaring racun berukuran kecil, sedangkan filter hemoperfusi bertugas khusus menangkap racun berukuran sedang hingga besar (seperti hormon PTH) yang sering kali lolos. Keduanya bekerja sama agar darah Anda menjadi jauh lebih bersih.

Tenang saja, Anda tidak perlu operasi atau akses pembuluh darah baru! Filter atau cartridge hemoperfusi ini akan dirangkai dan disambungkan langsung ke sirkuit selang mesin hemodialisis yang biasa Anda gunakan. Prosesnya berjalan berbarengan dengan jadwal cuci darah rutin Anda, sehingga tidak akan menimbulkan rasa sakit tambahan.

Gatal kronis yang membandel memang bisa jadi salah satu "alarm" dari tubuh bahwa kadar hormon PTH Anda sedang tidak terkontrol. Namun, kebutuhan akan terapi hemoperfusi tidak bisa diputuskan sendiri. Untuk memastikannya, berkonsultasilah dengan Dokter Spesialis Ginjal agar dilakukan evaluasi hasil lab guna memastikan terapi yang paling tepat untuk Anda.
Panggilan Darurat
Form Pengaduan
Chat AI
Chat WhatsApp
Memuat halaman
Asisten Virtual RSKS
Siap membantu Anda

Halo! Saya Asisten Virtual RS Kemenkes Surabaya. Ada yang bisa saya bantu?

💬 Anda bisa mengetik atau menggunakan suara (tap icon mic).
⚠️ Catatan: Riwayat chat akan otomatis terhapus dalam 3 hari. Simpan informasi penting Anda.