Halo, Sobat Sehat!
Pernahkah Anda merasakan ngilu yang tiba-tiba muncul saat menikmati es krim favorit atau minuman manis? Jangan buru-buru diabaikan, ya. Bisa jadi itu adalah tanda awal dari gigi berlubang!
Gigi berlubang, atau dalam istilah medis disebut sebagai karies gigi, merupakan salah satu masalah kesehatan mulut kronis yang paling umum dialami oleh berbagai kalangan usia. Kondisi ini pada dasarnya adalah sebuah infeksi yang disebabkan oleh adanya bakteri patogen di dalam rongga mulut kita.
Penyebab utama dari terjadinya karies pada gigi adalah bakteri Streptococcus mutans. Bakteri ini sangat pintar; mereka bekerja dengan cara memetabolisme sisa-sisa gula dari makanan yang Sobat Sehat konsumsi untuk menghasilkan asam. Asam inilah yang kemudian secara perlahan mengikis mineral pada lapisan luar gigi (proses demineralisasi), sehingga akhirnya struktur gigi menjadi rapuh dan berlubang (Rathee and Sapra, 2023).
Jika Sobat Sehat menyadari adanya lubang, perubahan warna menjadi kehitaman, atau rasa ngilu pada gigi, hal pertama dan paling krusial yang harus dilakukan adalah segera mengunjungi dokter gigi. Jangan menunda hingga rasa sakit menjadi tak tertahankan. Dokter gigi akan melakukan evaluasi menyeluruh dan menentukan diagnosis yang tepat agar perawatan yang adekuat bisa segera dilakukan.
Macam-Macam Tingkatan Karies pada Gigi
Berdasarkan kedalamannya, karies gigi dibagi menjadi tiga tahapan. Yuk, Sobat Sehat pahami tahapannya karena masing-masing membutuhkan pendekatan perawatan yang berbeda:
1. Karies Email (Tahap Awal / Superfisial)
Ini adalah karies yang masih tergolong ringan karena baru mengenai bagian terluar gigi, yaitu lapisan email. Karies ini biasanya bermula di area lekukan atau parit gigi (pit dan fissure), terutama pada permukaan kunyah gigi bagian belakang.
-
Gejala: Pada tahap ini, Sobat Sehat sering kali tidak merasakan gejala apa pun atau mungkin hanya ada sedikit sensasi ngilu ringan yang jarang terjadi.
-
Perawatan: Jika belum terbentuk celah lubang yang nyata dan baru tampak bercak putih (white spot) pada permukaan gigi, dokter bisa melakukan tindakan preventif dengan aplikasi fluoride untuk mengembalikan mineral gigi. Namun, jika sudah terbentuk celah, dokter akan melakukan penambalan gigi secara permanen agar infeksi tidak meluas ke jaringan yang lebih dalam (Sumini et al, 2014).
2. Karies Dentin (Tahap Sedang / Media)
Pada tahap ini, kerusakan telah menembus lapisan email dan mencapai dentin, yaitu lapisan kedua gigi yang strukturnya lebih lunak dan sensitif terhadap rangsangan.
-
Gejala: Gigi Sobat Sehat akan menjadi jauh lebih sensitif. Anda akan sering merasakan ngilu saat mengonsumsi makanan atau minuman yang panas, dingin, atau manis. Lubang juga sering kali sudah berwarna kecokelatan atau hitam, serta terasa lunak saat diperiksa oleh dokter gigi.
-
Perawatan: Perawatan mutlak pada kondisi ini adalah penambalan. Dokter akan membuang jaringan gigi yang telah terinfeksi dan menutup rongga tersebut agar kerusakan tidak berlanjut ke tahap berikutnya (Tarigan, R. 2015).
3. Karies Pulpa (Tahap Lanjut / Profunda)
Ini merupakan tahap karies yang paling parah. Infeksi sudah menghancurkan lebih dari setengah lapisan dentin dan telah menembus ke dalam pulpa, yaitu ruang di bagian tengah gigi yang berisi pembuluh darah dan saraf.
-
Gejala: Keluhan utamanya adalah ngilu atau nyeri hebat yang terus-menerus, bahkan muncul tanpa adanya rangsangan makanan. Rasa sakit ini sering kali mengganggu aktivitas sehari-hari dan waktu tidur Sobat Sehat.
-
Perawatan: Gigi pada kondisi ini sudah tidak bisa langsung ditambal. Dokter gigi harus melakukan Perawatan Saluran Akar (PSA) terlebih dahulu untuk membersihkan saraf yang terinfeksi di dalam saluran akar sebelum akhirnya gigi direstorasi (ditambal atau dibuatkan mahkota tiruan) (Machfoedz, 2013).
Langkah Mudah Menjaga Gigi Tetap Sehat
Bagi Sobat Sehat yang sudah melakukan penambalan gigi, perawatan tidak berhenti sampai di situ saja, lho! Tetap tingkatkan kebersihan rongga mulut (oral hygiene) dengan cara:
-
Menyikat gigi secara teratur: Lakukan minimal 2 kali sehari, yaitu pada pagi hari setelah sarapan dan malam hari sebelum tidur.
-
Gunakan Benang Gigi (Dental Flossing): Bersihkan sela-sela gigi menggunakan benang gigi, karena sikat gigi biasa sering tidak menjangkau area tersebut.
-
Kontrol Rutin: Jangan lupa kunjungi dokter gigi minimal 6 bulan sekali untuk pemeriksaan dan pembersihan karang gigi.
Disunting Oleh: Hamidah Indrihapsari, SKM, MKM