Kita menghabiskan sepertiga hidup kita di tempat kerja. Pertanyaannya: sudahkah kita memastikan lingkungan kerja kita aman bagi tubuh dan pikiran kita? Sadarkah kita akan berbagai risiko kesehatan akibat kerja yang mungkin mengintai? ?
Penyakit akibat kerja sering berkembang diam-diam. Kita, para pekerja sering mengira bahwa keluhan yang kita alami hanyalah kelelahan biasa, faktor usia, atau gangguan kesehatan umum. Padahal, keluhan akibat kerja yang diabaikan dapat berakibat fatal di kemudian hari.
Secara global, penyakit akibat kerja menyebabkan sekitar 2 juta kematian setiap tahun. Pajanan di tempat kerja berkontribusi signifikan terhadap penyakit paru kronis, kanker, penyakit kardiovaskular, dan berbagai gangguan kesehatan lainnya. Diperkirakan sekitar 5–7% kematian akibat kanker di dunia berkaitan dengan pajanan di tempat kerja. Angka ini menunjukkan bahwa penyakit akibat kerja merupakan masalah kesehatan masyarakat berskala besar.
Namun, mengapa masih banyak orang yang tidak menyadarinya?
Apa Itu Penyakit Akibat Kerja?
Penyakit akibat kerja adalah gangguan kesehatan yang disebabkan oleh berbagai faktor di tempat kerja. Faktor tersebut dapat berupa pajanan bahan kimia, agen biologis, faktor fisik seperti kebisingan atau radiasi, faktor ergonomi seperti gerakan berulang dan postur kerja, hingga faktor psikososial seperti stres kerja.
Dalam pedoman klasifikasi diagnosis penyakit akibat kerja, gangguan yang berkaitan dengan pekerjaan dapat melibatkan berbagai sistem tubuh, termasuk paru, kulit, sistem saraf, sistem muskuloskeletal, hingga kesehatan mental. Artinya, penyakit akibat kerja tidak hanya terbatas pada cedera atau kecelakaan mendadak. Banyak kondisi berkembang perlahan dalam jangka waktu panjang.
Seberapa Besar Dampaknya?
Beban penyakit akibat kerja sangat signifikan. Pajanan zat karsinogen di tempat kerja berkontribusi terhadap sebagian kematian akibat kanker. Pajanan debu dan partikel berbahaya meningkatkan risiko penyakit paru kronis. Faktor kerja tertentu juga berkaitan dengan peningkatan risiko penyakit jantung. Selain kematian, penyakit akibat kerja juga menyebabkan disabilitas jangka panjang dan penurunan kualitas hidup. Banyak kasus tidak terlaporkan karena hubungan antara penyakit dan pekerjaan seringkali tidak dikenali. Perubahan pola kerja modern, teknologi baru, dan munculnya jenis pekerjaan baru juga menghadirkan risiko kesehatan yang berbeda dari sebelumnya. Dengan kata lain, penyakit akibat kerja bukan hanya masalah di masa lalu, tetapi juga tantangan kesehatan masa kini.
Kenapa Penyakit Akibat Kerja Sering Tidak Disadari?
- Efeknya Muncul Perlahan
Seringkali penyakit akibat kerja memiliki masa laten panjang. Artinya, dampaknya baru terlihat setelah bertahun-tahun pajanan berulang. Seseorang mungkin sudah berganti pekerjaan ketika gejala muncul, sehingga hubungan sebab-akibat menjadi tidak jelas. Karena berkembang perlahan, keluhan sering dianggap sebagai bagian dari proses penuaan atau kondisi kesehatan umum. - Gejalanya Mirip Penyakit Biasa
Batuk kronis, nyeri otot, ruam kulit, kelelahan, gangguan tidur, atau stres adalah gejala yang umum. Karena tidak spesifik, gejala tersebut jarang langsung dikaitkan dengan faktor pekerjaan. Akibatnya, sumber pajanan tetap ada dan kondisi bisa semakin memburuk. - Pajanan Tidak Selalu Terlihat
Banyak zat berbahaya di tempat kerja tidak kasat mata. Gas, uap, debu halus, dan partikel kimia dapat terhirup tanpa disadari. Zat berbahaya juga dapat masuk melalui kulit atau tertelan secara tidak sengaja. Dampak pajanan bergantung pada jenis zat, konsentrasi, frekuensi, dan lamanya pajanan. Beberapa zat menimbulkan efek akut, tetapi banyak yang menyebabkan gangguan kronis setelah pajanan jangka panjang. - Risiko Kerja Sangat Luas
Risiko kesehatan kerja tidak hanya ada di industri berat. Tenaga kesehatan, pekerja kantor, pekerja jasa, dan hampir semua sektor memiliki potensi risiko masing-masing. Tenaga kesehatan misalnya, menghadapi risiko pajanan infeksi, bahan kimia, radiasi, kebisingan, serta tekanan psikososial. Hal ini menunjukkan bahwa tidak ada pekerjaan yang sepenuhnya bebas risiko kesehatan.
Jenis Pajanan Kerja yang Berkontribusi pada Beban Penyakit
Beberapa faktor risiko kerja yang berkontribusi terhadap kematian dan disabilitas global antara lain:
- Pajanan zat karsinogen yang meningkatkan risiko kanker
- Pajanan debu, asap, dan partikel yang menyebabkan penyakit paru kronis
- Cedera kerja
- Faktor kerja tertentu yang meningkatkan risiko penyakit kardiovaskular
Hal ini menunjukkan bahwa dampak penyakit akibat kerja tidak hanya terbatas pada paru dan kulit, tetapi juga mencakup kanker dan penyakit jantung.
Mengapa Penting Mengenali Penyakit Akibat Kerja?
Mengenali hubungan antara penyakit dan pekerjaan sangat penting. Jika tidak dikenali:
- Pajanan berbahaya dapat terus berlangsung
- Penyakit bisa berkembang menjadi lebih berat
- Pencegahan tidak dilakukan secara tepat
- Data penyakit akibat kerja menjadi tidak tercatat dengan baik
Pelayanan kedokteran okupasi berperan dalam identifikasi, penegakan diagnosis, serta pengelolaan penyakit akibat kerja secara komprehensif. Pendekatan ini tidak hanya fokus pada pengobatan, tetapi juga pada pencegahan dan perbaikan lingkungan kerja.
Jangan Anggap Biasa Keluhan yang Berkaitan dengan Pekerjaan
Jika Anda mengalami keluhan yang memburuk saat bekerja, membaik saat libur panjang, atau muncul setelah bertahun-tahun menjalani pekerjaan tertentu, jangan abaikan. Penyakit akibat kerja adalah masalah kesehatan nyata dengan dampak global yang besar. Deteksi dini dapat mencegah dampak yang lebih serius dan membantu melindungi kualitas hidup Anda. Bekerja seharusnya meningkatkan kesejahteraan, bukan diam-diam menggerus kesehatan?
Daftar Pustaka
- GBD 2016 Occupational Risk Factors Collaborators. Global and regional burden of disease and injury attributable to selected occupational risk factors, 1990–2016: a systematic analysis for the Global Burden of Disease Study 2016. Occupational and Environmental Medicine. 2018;75(6):414–424. Available from: https://pubmed.ncbi.nlm.nih.gov/28733964/
- European Agency for Safety and Health at Work (EU-OSHA). Work-related diseases. Available from: https://osha.europa.eu/en/themes/work-related-diseases
- Encyclopaedia Britannica. Occupational disease: Disorders due to chemical agents. Available from: https://www.britannica.com/science/occupational-disease/Disorders-due-to-chemical-agents
- World Health Organization. Occupational health: health workers. Available from: https://www.who.int/news-room/fact-sheets/detail/occupational-health--health-workers
- Perhimpunan Spesialis Kedokteran Okupasi Indonesia. Pedoman Klasifikasi Diagnosis Penyakit Akibat Kerja. Edisi ke-1. Jakarta: PERDOKI; 2021.
- Perhimpunan Spesialis Kedokteran Okupasi Indonesia. Pelayanan Kedokteran Okupasi di Rumah Sakit pada Kasus Penyakit Akibat Kerja atau Kecelakaan Kerja. Jakarta: PERDOKI; 2023.
Penulis: dr. Erwanda Desire Budiman Sp.Ok.
Penyunting: Hamidah Indrihapsari, SKM, MKM