Penanganan Dehidrasi pada Anak: Kenali Tanda dan Bertindak Cepat

Penanganan Dehidrasi pada Anak: Kenali Tanda dan Bertindak Cepat

03 Mar 2026
Bagikan:

Dehidrasi pada anak bisa terjadi dengan cepat, terutama saat diare, muntah, atau demam tinggi. Hal ini karena cadangan cairan tubuh anak lebih sedikit dibanding orang dewasa, sehingga dehidrasi pada anak tidak boleh dianggap sepele.

Apa Itu Dehidrasi?

Dehidrasi terjadi ketika tubuh kehilangan lebih banyak cairan daripada yang masuk. Cairan tubuh tidak hanya berupa air, tetapi juga mengandung elektrolit seperti natrium dan kalium yang penting untuk fungsi otot, saraf, dan organ tubuh. Jika cairan dan elektrolit berkurang, maka tubuh anak tidak dapat bekerja optimal. Penyebab paling umum dehindrasi pada anak adalah diare dan muntah. Namun, demam tinggi, kurang minum, atau keringat berlebihan juga bisa memicu dehidrasi.

Tingkat Dehidrasi pada Anak

Menurut pedoman World Health Organization (WHO) dan Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDI), dehidrasi terbagi menjadi tiga tingkat:

1. Tanpa Dehidrasi : Anak belum menunjukkan tanda kekurangan cairan, tetapi tetap perlu diberi cairan tambahan untuk mencegah kondisi memburuk.
2. Dehidrasi Ringan hingga Sedang : waspadai jika anak menunjukkan dua atau lebih gejala seperti rewel atau gelisah, mata cekung, bibir dan mulut kering, haus dan minum dengan lahap, buang air kecil berkurang, dan kulit kembali lambat saat dicubit.
3. Dehidrasi Berat (Darurat Medis) : segera ke fasilitas kesehatan jika anak sangat lemas atau sulit dibangunkan, tidak mau minum, tangan dan kaki dingin, jarang atau tidak buang air kecil, napas cepat, kesadaran menurun

Cara Mengatasi Dehidrasi di Rumah

Penanganan tergantung pada tingkat keparahan:

a. Tanpa dehidrasi : Tingkatkan asupan cairan seperti air putih, ASI, atau cairan sesuai usia anak. Berikan cairan ekstra setiap kali anak diare.

b. Dehidrasi ringan–sedang : Berikan oralit (cairan rehidrasi oral). Dosis umum adalah sekitar 75 ml per kilogram berat badan dalam 4 jam pertama. Berikan sedikit demi sedikit agar tidak memicu muntah. Hindari minuman bersoda atau tinggi gula karena bisa memperparah diare.

c. Dehidrasi berat : Anak membutuhkan cairan infus di rumah sakit. Jangan menunda mencari pertolongan medis.

Kapan Harus Segera ke Dokter?

Bawa anak ke dokter jika:
a. Tidak mau minum sama sekali
b. Sangat lemas
c. Tidak buang air kecil selama 6–8 jam
d. Muntah terus-menerus
e. Diare makin sering
f. Tinja berdarah
g. Muncul tanda dehidrasi berat

Penanganan cepat dapat mencegah komplikasi serius seperti syok akibat kekurangan cairan.

Cara Mencegah Dehidrasi

Pencegahan jauh lebih mudah dibanding pengobatan. Berikut beberapa langkah sederhana yang bisa dilakukan:

- Pastikan anak minum cukup setiap hari
- Tingkatkan pemberian cairan saat anak sakit
- Tetap berikan ASI pada bayi sesering mungkin
- Sediakan oralit di rumah sebagai pertolongan pertama
- Berikan makanan bergizi untuk menjaga daya tahan tubuh
- Ajarkan anak mencuci tangan untuk mencegah infeksi penyebab diare

Orang tua juga sebaiknya memantau warna urine anak. Jika urine berwarna kuning pekat dan jumlahnya sedikit, itu bisa menjadi tanda anak kurang cairan.

FAQ (Frequently Asked Questions) Seputar Dehidrasi pada Anak

Q: Apakah semua anak yang diare pasti mengalami dehidrasi?  
A: Tidak. Namun diare adalah penyebab utama dehidrasi sehingga pemberian cairan tambahan sangat penting.

Q: Apakah air putih saja cukup?  
A: Air putih membantu, tetapi oralit lebih efektif karena mengandung elektrolit yang hilang saat diare atau muntah.

Q: Berapa lama dehidrasi bisa membaik?  
A: Jika ringan dan ditangani dengan benar, biasanya membaik dalam beberapa jam hingga satu hari.

Q: Apakah bayi yang minum ASI eksklusif bisa dehidrasi?  
A: Bisa, terutama jika mengalami diare atau muntah. Namun ASI tetap harus diberikan sesering mungkin karena membantu pemulihan.

Q: Kapan dehidrasi menjadi berbahaya?  
A: Dehidrasi menjadi berbahaya saat anak tidak mau minum, sangat lemas, atau menunjukkan tanda penurunan kesadaran.

Cara penanganan dehidrasi pada anak harus dipahami oleh setiap orang tua agar bisa bertindak cepat dan tepat. Mengenali tanda-tanda sejak awal sangat penting untuk mencegah kondisi yang lebih serius. Dehidrasi ringan bisa ditangani di rumah dengan pemberian cairan yang cukup dan oralit, tetapi dehidrasi berat membutuhkan penanganan medis segera. Jangan ragu untuk berkonsultasi ke dokter di RSUP Kemenkes Surabaya apabila mengalami tanda-tanda tersebut.

Daftar Pustaka

Ikatan Dokter Anak Indonesia. (2009). Pedoman pelayanan medis Ikatan Dokter Anak Indonesia. Badan Penerbit IDAI.

World Health Organization. (2005). Handbook: Integrated management of childhood illness (IMCI). WHO Press.

 

Penulis : dr. Mega Wati Hatuwe
Disunting Oleh: Hamidah Indrihapsari, S.KM., M.K.M

Informasi ini bersifat edukatif dan tidak menggantikan konsultasi langsung dengan dokter. Jika Anda memiliki keluhan medis, konsultasikan dengan tenaga kesehatan profesional.
Panggilan Darurat
Form Pengaduan
Chat AI
Chat WhatsApp
Memuat halaman
Asisten Virtual RSKS
Siap membantu Anda

Halo! Saya Asisten Virtual RS Kemenkes Surabaya. Ada yang bisa saya bantu?

💬 Anda bisa mengetik atau menggunakan suara (tap icon mic).
⚠️ Catatan: Riwayat chat akan otomatis terhapus dalam 3 hari. Simpan informasi penting Anda.