Sobat Sehat, sepertinya kita jarang menyadari betapa pentingnya pentingnya pendengaran dalam kehidupan sehari-hari. Dari hal sederhana seperti mengobrol dengan keluarga, mendengarkan musik favorit, banyak aktivitas yang bergantung pada kemampuan kita untuk mendengar dengan baik. Sayangnya, kesehatan pendengaran sering kali baru diperhatikan saat mulai bermasalah. Padahal, gangguan pendengaran bisa datang pelan-pelan tanpa rasa sakit, hingga banyak orang tidak menyadarinya sejak awal.
Kenapa Kita Perlu Peduli?
Menurut World Health Organization, lebih dari 430 juta orang di dunia mengalami gangguan pendengaran yang membutuhkan penanganan. Jumlah ini terus meningkat, terutama karena gaya hidup modern yang lekat dengan kebisingan. Dalam peringatan World Hearing Day 2026, tema yang diangkat adalah “From communities to classrooms: hearing care for all children.” Tema tahun ini menekankan pentingnya menjaga kesehatan pendengaran sejak dini, baik dalam lingkungan komunitas tempat tinggal hingga di ruang kelas.
Sebenarnya, Apa Itu Gangguan Pendengaran?
Secara sederhana, gangguan pendengaran terjadi ketika telinga tidak bisa menangkap atau memproses suara dengan optimal. Kondisi ini bisa ringan, tapi juga bisa berkembang menjadi lebih serius jika tidak ditangani. Yang perlu diingat, gangguan ini sering muncul tanpa tanda yang jelas di awal.
Penyebab yang Sering Terjadi
Beberapa penyebab yang cukup umum di sekitar kita antara lain:
- Kebiasaan mendengarkan musik terlalu keras (pakai earphone/headset)
- Lingkungan kerja yang bising
- Infeksi telinga yang berulang
- Proses penuaan
- Cedera kepala
- Faktor keturunan
- Efek samping obat tertentu
Beberapa gejala di atas kelihatannya memang sepele, akan tetapi kalau terjadi secara terus-menerus, risikonya bisa meningkat.
Tanda-Tanda yang Sering Diabaikan
Gangguan pendengaran biasanya muncul perlahan. Berikut beberapa tanda yang bisa dikenali:
Pada orang dewasa:
- Sering bilang “apa?” atau minta diulang
- Susah mengikuti obrolan di tempat ramai
- Volume TV atau HP makin lama makin keras
- Ada denging di telinga
Pada anak-anak:
- Bicara terlambat
- Tidak merespons saat dipanggil
- Kurang fokus saat diajak komunikasi
Pada bayi:
- Tidak kaget saat ada suara keras
- Tidak menoleh ke arah suara orang tua
Kalau mulai terasa salah satu tanda ini, sebaiknya jangan ditunda untuk diperiksakan ke dokter spesialis terdekat.
Pentingnya Cek Sejak Dini
Karena gejalanya sering “halus”, pemeriksaan pendengaran jadi langkah penting.
- Bayi sebaiknya sudah diskrining sejak lahir
- Anak-anak bisa diperiksa saat usia sekolah
- Orang dewasa, apalagi yang sering terpapar bising, juga perlu cek rutin
Deteksi dini ini sangat penting, terutama untuk mendukung perkembangan bicara dan belajar pada anak.
Cara Sederhana Menjaga Pendengaran
Nggak harus ribet, kok. Mulai dari kebiasaan kecil saja:
- Terapkan aturan 60:60 (maksimal 60% volume selama 60 menit)
- Gunakan pelindung telinga di tempat bising
- Hindari membersihkan telinga terlalu dalam
- Segera obati kalau ada infeksi telinga
- Rutin cek pendengaran, terutama kalau punya risiko
Kapan Perlu ke Dokter?
Kalau Sobat Sehat atau anggota keluarga ada yang mulai mengalami tanda-tanda di atas, jangan ragu untuk konsultasi ke dokter THT. RSUP Surabaya menyediakan layanan pemeriksaan lengkap, mulai dari konsultasi hingga tes audiometri untuk memastikan kondisi pendengaran secara menyeluruh.
Gangguan pendengaran dapat dicegah dan dikendalikan bila dikenali sejak awal. Dalam momentum World Hearing Day 2026, mari bersama meningkatkan kesadaran akan pentingnya menjaga kesehatan telinga. Dengan menerapkan kebiasaan sehat, menghindari paparan bising berlebihan, dan melakukan pemeriksaan secara rutin, kita dapat menjaga fungsi pendengaran tetap optimal dan hidup lebih berkualitas.
Daftar Pustaka
- World Health Organization. (2024). Deafness and hearing loss. https://www.who.int/news-room/fact-sheets/detail/deafness-and-hearing-loss
- World Health Organization. (2026). World Hearing Day 2026: From communities to classrooms: hearing care for all children. https://www.who.int/campaigns/world-hearing-day/2026
- Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2019). Situasi Gangguan Pendengaran di Indonesia.
- Global Burden of Disease Study. (2019). Hearing Loss Prevalence and Impact Report.
Ditulis Oleh: dr. Tri Handayani Sp.T.H.T.B.K.L.
Disunting Oleh: Hamidah Indrihapsari, SKM, MKM