Penyakit kardiovaskular adalah penyakit yang disebabkan oleh gangguan fungsi jantung dan pembuluh darah. American Heart Association mengindentifikasi bahwa sebanyak 17,3 juta kematian setiap tahunnya disebabkan oleh penyakit jantung dan diperkirakan angka kematian tersebut akan terus meningkat hingga 23,3 juta pada tahun 2030. Menurut Institute for Health Matrics and Evaluation tahun 2019, kematian di Indonesia akibat penyakit kardiovaskular mencapai 651.481 penduduk per tahun.
Melihat tingginya angka tersebut, kemajuan teknologi kedokteran menjadi harapan baru. Salah satunya adalah kardiologi nuklir, sebuah inovasi yang memadukan teknologi pencitraan canggih dengan ilmu kardiologi untuk menilai fungsi jantung secara menyeluruh mulai dari aliran darah, metabolisme otot jantung, hingga kondisi jaringan jantung. Dengan bantuan teknologi pencitraan seperti PET Scan dan SPECT/CT dokter dapat melihat gambaran detail tentang kesehatan jantung tanpa perlu tindakan invasif.
Kardiologi Nuklir adalah pemeriksaan jantung dan pembuluh darah dengan menggunakan teknologi kedokteran nuklir. Berbagai pemeriksaan kardiologi nuklir kini menjadi andalan dalam mendeteksi dan memantau kesehatan jantung. Seperti, Scan Perfusi Miokard (SPM) digunakan untuk menilai seberapa baik aliran darah ke otot jantung. Pemeriksaan PET Viability membantu menilai seberapa berat kerusakan otot jantung setelah serangan jantung. Pada pasien dengan penumpukan protein amyloid di jantung, pemeriksaan Amiloidosis Jantung (Cardiac PYP Scan) dapat memberikan diagnosis adanya amyloidosis jantung tipe ATTR. Pemeriksaan Scan Perfusi Paru untuk mendeteksi adanya emboli paru kronis. Serta, MUGA Scan untuk menilai besar ejeksi fraksi jantung dengan mengukur volume darah yang terlabel radiofarmaka terutama bagi pasien kanker payudara yang akan menjalani kemoterapi.
Kehadiran kardiologi nuklir membawa harapan cerah. Pemeriksaan menjadi lebih akurat, cepat, aman dan presisi. Pasien dapat memperoleh diagnosis yang lebih tepat tanpa perlu prosedur pembedahan. Teknologi ini juga membantu dokter memantau keberhasilan pengobatan, menilai fungsi jantung pasca serangan, serta menentukan terapi terbaik bagi setiap pasien. Dengan kata lain, kardiologi nuklir bukan hanya alat diagnostik, tetapi juga jembatan menuju kehidupan yang lebih sehat dan berkualitas.
Menjaga kesehatan jantung adalah investasi terbaik untuk masa depan. Mulailah dengan langkah sederhana, atur pola makan seimbang, aktivitas fisik teratur, dan melakukan pemeriksaan rutin ke fasilitas kesehatan
Bersama Kedokteran Nuklir RS Kemenkes Surabaya, mari wujudkan jantung sehat dengan teknologi yang lebih maju!
Daftar Pustaka
Martiningsih, & Haris, A. (2019). Risiko penyakit kardiovaskuler pada peserta Program Pengelolaan Penyakit Kronis (Prolanis) di Puskesmas Kota Bima: Korelasinya dengan ankle brachial index dan obesitas. Jurnal Keperawatan Indonesia, 22(3), 200–208. https://doi.org/10.7454/jki.v22i3.880
Wardiyana, W., & Herawati, T. (2023). Perubahan perilaku hidup sehat pada pasien penyakit jantung berbasis aplikasi game smartphone: Literature review. JHCN: Journal of Health and Cardiovascular Nursing, 3(2), 71–77. https://doi.org/10.36082/jhcn.v3i2.1462
Ayalew, B. D., Rodoshi, Z. N., Patel, V. K., Alresheq, A., Babu, H. M., Aurangzeb, R. F., Aurangzeb, R. I., Mdivnishvili, M., Rehman, A., Shehryar, A., & Hassan, A. (2024). Nuclear cardiology in the era of precision medicine: Tailoring treatment to the individual patient. Cureus, 16(4), e58960. https://doi.org/10.7759/cureus.58960