Apa itu Kanker Usus Besar?
Sobat Sehat, kali ini kita akan membahas tentang salah satu kanker pada sistem pencernaan. Kanker usus besar yang merupakan salah satu kanker yang paling tinggi kejadiannya di seluruh dunia dan merupakan penyebab kematian terkait kanker tertinggi urutan ke-3? Kanker ini berkembang di usus besar (kolon), yang merupakan bagian terakhir dari sistem pencernaan.
Dalam banyak kasus, kanker usus besar dimulai sebagai gumpalan kecil sel non-kanker yang disebut polip yang terbentuk di lapisan dalam usus besar. Seiring waktu, beberapa polip ini dapat berkembang menjadi kanker. Karena penyakit ini seringkali berkembang lambat dan tidak menimbulkan gejala pada tahap awal, maka kesadaran Sobat Sehat untuk melakukan skrining dan deteksi dini sangat penting untuk menemukan kelainan di tahap awal sehingga dapat meningkatkan angka harapan hidup.
Penyebab dan Faktor Risiko Kanker Usus Besar
Kanker usus besar terjadi ketika sel-sel di usus besar mengalami mutasi pada DNA mereka. Mutasi ini menyebabkan sel-sel tumbuh tak terkendali dan menghindari proses alami kematian sel. Saat sel-sel abnormal menumpuk, sel-sel tersebut berubah menjadi kanker yang dapat menyerang jaringan di sekitarnya dan berpotensi menyebar ke bagian tubuh lainnya. Beberapa faktor dapat meningkatkan risiko Sobat Sehat terkena kanker usus besar, di antaranya:
-
Usia Sebagian besar kasus terjadi pada orang berusia di atas 50 tahun, meskipun jumlah kasus pada usia kurang dari 50 tahun telah meningkat dalam beberapa tahun terakhir.
-
Riwayat keluarga dan genetika Sobat Sehat yang memiliki kerabat dekat dengan riwayat kanker usus besar atau polip usus besar memiliki risiko yang lebih tinggi. Kondisi bawaan tertentu, seperti sindrom Lynch dan poliposis adenomatosa familial (FAP) dapat meningkatkan kemungkinan terkena kanker usus besar secara signifikan.
-
Faktor gaya hidup Diet tinggi daging merah, makanan olahan, serta diet rendah serat (sayur/buah) meningkatkan risiko. Risiko terkait gaya hidup lainnya termasuk kurangnya aktivitas fisik, obesitas, merokok, dan konsumsi alkohol berlebihan.
-
Kondisi medis Penderita penyakit radang usus seperti penyakit Crohn atau kolitis ulseratif memiliki risiko lebih tinggi karena peradangan kronis di usus besar dapat menyebabkan perubahan sel dari waktu ke waktu.
Gejala Kanker Usus Besar
Kanker usus besar seringkali berkembang secara bertahap dan mungkin tidak menimbulkan gejala pada tahap awal. Namun, seiring perkembangan penyakit, beberapa tanda peringatan dapat muncul yang perlu Sobat Sehat waspadai. Salah satu gejala yang paling umum adalah perubahan kebiasaan buang air besar yang terus-menerus, termasuk diare, sembelit, atau perubahan kualitas (BAB menjadi cair, bercampur darah, atau berukuran kecil seperti kotoran kambing) dan kuantitas (frekuensi BAB menjadi lebih sering/lebih jarang) yang berlangsung lebih dari 6 minggu berturut-turut.
Gejala lain yang mungkin terjadi meliputi:
-
Rasa tidak nyaman di perut seperti kram, gas, atau nyeri
-
Perasaan bahwa usus tidak sepenuhnya kosong
-
Penurunan berat badan yang tidak dapat dijelaskan
-
Kelemahan atau kelelahan
Kapan Harus ke Dokter? Penting bagi Sobat Sehat untuk berkonsultasi dengan dokter spesialis bedah digestif untuk evaluasi yang tepat. Salah satu yang dapat dilakukan yakni dengan tes skrining. Tes skrining dapat mendeteksi kanker usus besar sejak dini, seringkali sebelum gejala muncul. Deteksi dini akan meningkatkan keberhasilan terapi dan angka harapan hidup.
Kolonoskopi dianggap sebagai standar emas untuk skrining karena memungkinkan dokter untuk memeriksa seluruh usus besar dan mengangkat polip dalam prosedur yang sama. Banyak organisasi kesehatan merekomendasikan agar orang dewasa memulai skrining rutin pada usia 45 tahun, meskipun Sobat Sehat dengan risiko lebih tinggi mungkin memerlukan pengujian lebih awal.
Pencegahan Beberapa faktor risiko seperti genetik dan usia tidak bisa diubah, namun faktor risiko terkait gaya hidup bisa dimodifikasi untuk menurunkan risiko terkena kanker usus besar. Berikut beberapa hal yang dapat Sobat Sehat lakukan untuk mengurangi risikonya:
-
Menerapkan diet seimbang yang kaya buah-buahan, sayuran, biji-bijian utuh, dan serat
-
Membatasi makanan olahan dan daging merah
-
Melakukan aktivitas fisik teratur yang membantu menjaga berat badan sehat dan mengurangi peradangan, di mana keduanya dapat menurunkan kemungkinan terkena kanker usus besar
-
Menghindari merokok dan membatasi konsumsi alkohol
Cara Mengatasi Kanker Usus Besar Ketika kanker usus besar didiagnosis, pengobatan bergantung pada beberapa faktor, termasuk stadium penyakit, kesehatan pasien secara keseluruhan, dan apakah kanker telah menyebar. Satu-satunya terapi yang memberikan kesembuhan terbaik untuk kanker usus besar adalah operasi. Namun, operasi hanya bisa dikerjakan selama kanker belum menyebar (kanker terdeteksi dini). Bila sudah ada penyebaran, maka kemoterapi menjadi pilihan pengobatan.
Gabungan antara operasi, kemoterapi, imunoterapi, dan terapi target (targeted therapy) bisa dipertimbangkan tergantung dari kasus yang dihadapi. Kemajuan dalam teknologi medis dan penelitian luas terkait kanker telah secara signifikan meningkatkan angka harapan hidup, terutama ketika penyakit ini dideteksi sejak dini oleh Sobat Sehat.
Pertanyaan yang Sering Diajukan (FAQ)
-
Apa perbedaan antara kanker usus besar dan kanker kolorektal? Kanker usus besar secara khusus merujuk pada kanker yang dimulai di usus besar, sedangkan kanker kolorektal adalah istilah yang lebih luas yang mencakup kanker yang terjadi di usus besar dan rektum.
-
Pada usia berapa skrining kanker usus besar harus dimulai? Sebagian besar organisasi kesehatan merekomendasikan untuk memulai skrining pada usia 45 tahun untuk individu dengan risiko rata-rata. Sobat Sehat yang memiliki riwayat keluarga atau kondisi genetik mungkin perlu memulai lebih awal.
-
Dapatkah kanker usus besar dicegah? Meskipun tidak semua kasus dapat dicegah, pilihan gaya hidup sehat, pemeriksaan rutin, dan pengangkatan polip usus besar sejak dini secara signifikan mengurangi risikonya.
-
Apakah kanker usus besar dapat disembuhkan? Ya. Jika dideteksi sejak dini, kanker usus besar sangat mudah diobati dan seringkali dapat disembuhkan. Tingkat kelangsungan hidup menurun ketika penyakit menyebar ke organ lain, itulah sebabnya deteksi dini sangat penting bagi Sobat Sehat.
-
Makanan apa yang membantu mengurangi risiko kanker usus besar? Makanan yang kaya serat, seperti buah-buahan, sayuran, kacang-kacangan, dan biji-bijian utuh, dapat menurunkan risiko. Membatasi daging merah dan daging olahan juga sangat dianjurkan.
Daftar Pustaka
American Cancer Society. (2024). Colon cancer overview.
Mayo Clinic. (2024). Colon cancer: Symptoms and causes.
National Cancer Institute. (2024). Colon cancer treatment (PDQ®)–Patient version.
World Health Organization. (2023). Cancer fact sheets: Colorectal cancer.
Ditulis Oleh: dr. Arland Chandra, M.Biomed, Sp.B Subsp.BD (K) - Spesialis Bedah Digestif
Disunting Oleh: Hamidah Indrihapsari, S.KM., M.K.M