Infeksi Tuberkulosis vs. Penyakit Tuberkulosis: Apa Bedanya?

Infeksi Tuberkulosis vs. Penyakit Tuberkulosis: Apa Bedanya?

30 Mar 2026
Bagikan:

Tuberkulosis (TB) masih menjadi salah satu penyakit menular paling penting di dunia. Di Indonesia sendiri, jumlah kasusnya masih sangat tinggi dan bahkan termasuk yang terbesar di dunia. Data terbaru menunjukkan bahwa pada tahun 2023 diperkirakan terdapat sekitar 1,09 juta kasus TB di Indonesia, dengan lebih dari 130 ribu kematian setiap tahunnya. Hal ini membuat penanggulangan TB menjadi salah satu prioritas nasional utama dengan target eliminasi TB pada 2030 yang didukung dengan Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 67 Tahun 2021 tentang Penanggulangan Tuberkolusis. 

Melihat tingginya angka kasus TB tersebut, penting bagi Sobat Sehat untuk semakin memahami tentang TB. Dengan semakin banyak masyarakat yang teredukasi, upaya pencegahan dapat dilakukan lebih optimal, sehingga target eliminasi TB pada tahun 2030 bisa tercapai.

TB paling sering menyerang paru-paru, akan tetapi Sobat Sehat juga perlu tahu bahwa TB bisa menyerang organ lain seperti:

  • Otak
  • Ginjal
  • Tulang belakang
  • Organ tubuh lainnya

Namun, ada satu hal penting yang sering disalahpahami bahwa tidak semua orang yang terinfeksi TB itu sakit. Ada dua kondisi berbeda:

  • Infeksi TB laten merupakan kondisi ketika bakteri penyebab TB sedang “tertidur”
  • Penyakit TB aktif merupakan kondisi ketika bakteri penyebab TB aktif “menyerang”

Memahami perbedaannya sangat penting untuk pencegahan, pengobatan dini, dan mencegah penularan.

Apa Itu Infeksi TB Laten? (TB “Tidur”)

Infeksi TB laten terjadi ketika seseorang menghirup bakteri TB, tetapi sistem kekebalan tubuh berhasil mengendalikannya, sehingga menyebabkan tidak muncul gejala yang berarti. Ibaratnya, bakteri TB tertidur di dalam tubuh. Pada kondisi ini:

  • Bakteri tetap hidup, tetapi tidak aktif
  • Tidak menimbulkan gejala dan rasa sakit
  • Tidak dapat menularkan ke orang lain

Sistem imun tubuh telah berhasil mengisolasi bakteri TB agar tidak berkembang. Meskipun tidak menimbulkan gejala, akan tetapi jika mengalami infeksi TB Laten, tetap perlu untuk waspada karena bakteri ini bisa tetap diam bertahan selama bertahun-tahun, bahkan puluhan tahun. Jika daya tahan tubuh melemah, infeksi TB laten bisa berubah menjadi TB aktif.

Bagaimana Cara Mengetahui TB Laten?

Karena tidak bergejala, TB laten biasanya ditemukan melalui pemeriksaan skrining, seperti:

  • Tes kulit tuberkulin (TST)
  • Tes darah (IGRA)

Jika hasilnya positif, biasanya dilanjutkan dengan rontgen dada yang bertujuannya untuk memastikan bahwa kondisi tersebut belum menjadi TB aktif.

Apakah Infeksi TB Laten Perlu Diobati?

Ya, Sobat Sehat. Pengobatan Infeksi TB laten sangat dianjurkan dengan tujuan untuk mencegah infeksi TB aktif di kemudian hari terutama bagi yang berisiko tinggi, seperti:

  • Orang dengan HIV
  • Penderita diabetes
  • Orang yang mengonsumsi obat yang dapat menurunkan daya tahan tubuh (misalnya kortikosteroid atau kemoterapi)
  • Kontak erat dengan pasien TB aktif

Apa Itu TB Aktif? (TB yang Menyerang dan Menular)

TB aktif terjadi ketika sistem kekebalan tubuh tidak lagi mampu mengendalikan bakteri. Akibatnya bakteri berkembang biak, menimbulkan gejala, dan yang paling penting: bisa menular ke orang lain. Penularan terjadi melalui udara (droplet) saat batuk, berbicara, dan bersin.

Gejala TB Aktif yang Perlu Diwaspadai

Sobat Sehat, segera waspada jika mengalami:

  • Batuk terus-menerus selama 3 minggu atau lebih
  • Nyeri dada
  • Batuk berdarah atau berdahak
  • Demam dan menggigil
  • Keringat malam
  • Mudah lelah
  • Penurunan berat badan tanpa sebab

Jika TB menyerang organ lain (TB ekstraparu), gejalanya bisa berbeda, misalnya:

  • Nyeri punggung (TB tulang belakang)
  • Pembengkakan di leher (TB kelenjar getah bening)

Bagaimana TB Aktif Didiagnosis?

Diagnosis TB aktif membutuhkan pemeriksaan lebih lengkap, seperti:

  • Rontgen dada
  • Pemeriksaan dahak (mikroskopis)
  • Tes molekuler
  • Kultur bakteri

TB aktif bisa menular, sehingga deteksi dini sangat penting untuk melindungi diri sendiri dan orang lain.

Siapa yang Berisiko TB Menjadi Aktif?

Beberapa kondisi yang meningkatkan risiko:

  • Penderita HIV
  • Penderita Diabetes
  • Penyakit ginjal kronis
  • Malnutrisi
  • Perokok
  • Penggunaan obat penekan sistem imun
  • Anak di bawah 5 tahun
  • Lansia

Pengobatan TB: Harus Tuntas!

TB bisa disembuhkan, Sobat Sehat, tetapi pengobatannya membutuhkan komitmen. Pengobatan TB aktif memerlukan waktu minimal 6 bulan dengan menggunakan kombinasi beberapa antibiotik. Obat yang umum digunakan:

  • Isoniazid
  • Rifampisin
  • Ethambutol
  • Pyrazinamide

Hal yang penting untuk diingat adalah jangan berhenti minum obat sebelum waktunya!

Jika tidak tuntas, TB bisa menjadi kebal obat (resisten) dan menjadi lebih sulit dan lebih mahal untuk diobati.

Perbedaan Infeksi TB Laten dan TB Aktif: Kenapa Sobat Sehat Perlu Memahaminya?

Perbedaan utama antara infeksi TB laten dan penyakit TB aktif terletak pada gejala, penularan, dan tujuan pengobatan.

Infeksi TB Laten Penyakit TB Aktif
Tidak ada gejala Ada gejala
Terasa sehat Terasa sakit
Tidak menular Dapat menularkan ke orang lain
Perlu pengobatan untuk pencegahan Perlu pengobatan segera

Memahami perbedaan ini membantu:

  • Program skrining menemukan kasus lebih awal
  • Mencegah TB berkembang
  • Menghentikan penularan di masyarakat

Apakah TB Bisa Dicegah?

Bisa, Sobat Sehat ? Langkah pencegahan TB meliputi:

  • Vaksin BCG (terutama untuk anak-anak) dapat membantu melindungi dari TB berat pada anak, meskipun tidak sepenuhnya mencegah TB paru pada orang dewasa.
  • Skrining pada kelompok berisiko
  • Pengobatan TB laten
  • Pelacakan kontak
  • Perbaikan kondisi lingkungan dan tempat tinggal

Kenapa Penting Memahami TB?

Dengan memahami perbedaan TB laten dan TB aktif, Sobat Sehat bisa:

  • Lebih cepat melakukan pemeriksaan
  • Mengikuti pengobatan dengan benar
  • Mengurangi stigma terhadap TB
  • Melindungi keluarga dan lingkungan sekitar

Banyak orang dengan TB laten hidup sehat dan tidak pernah menjadi TB aktif, terutama jika ditangani dengan baik. 

FAQ (Pertanyaan yang Sering Ditanyakan)

1. Apakah TB laten bisa menjadi TB aktif?
Ya. Jika daya tahan tubuh melemah, TB laten bisa berkembang menjadi TB aktif.

2. Apakah TB laten menular?
Tidak. TB laten tidak menular.

3. Berapa lama pengobatan TB?

  • TB aktif: minimal 6 bulan
  • TB laten: sekitar 3–9 bulan

4. Siapa yang perlu diperiksa TB?

  • Kontak erat pasien TB aktif
  • Tenaga kesehatan
  • Orang dengan daya tahan tubuh lemah
  • Tinggal di daerah dengan angka TB tinggi

5. Apakah TB bisa disembuhkan?
Ya, dengan pengobatan yang tepat dan tuntas.

6. Apa yang terjadi jika TB tidak diobati?
TB dapat merusak organ, menyebar ke bagian tubuh lain, menular ke orang lain, dan bisa berakibat fatal.

Jika Anda merasa telah terpapar tuberkulosis atau mengalami gejalanya, segera konsultasikan dengan tenaga kesehatan terdekat. RSUP Surabaya juga melayani evaluasi dan pemeriksaan lebih lanjut terkait TB. Deteksi dan penatalaksanaan sejak awal akan melindungi kesehatan Anda dan kesehatan orang-orang di sekitar Anda.

Daftar Pustaka

Centers for Disease Control and Prevention. Latent TB Infection and TB Disease Information. https://www.cdc.gov/tb/webcourses/TB101/page8050.html 

National Institute of Allergy and Infectious Diseases. (2024) Tuberculosis Overview. https://www.niaid.nih.gov/diseases-conditions/tuberculosis 

World Health Organization. (2026). Indonesia Memetakan Fase Selanjutnya Respons TB melalui Tinjauan Program Nasional. Diakses pada 05 Maret 2026 https://www.who.int/indonesia/id/news/detail/08-01-2026-indonesia-charts-next-phase-of-tb-response-through-national-programme-review?utm_source=chatgpt.com

World Health Organization. (2026). Tuberculosis Fact Sheets and Guidelines. https://www.who.int/news-room/fact-sheets/detail/tuberculosis 

 

 

 

Ditulis Oleh: dr. Rena Arusita Maranatha Sp.P, Fellow Onkologi Toraks.

Disunting Oleh: Hamidah Indrihapsari, SKM, MKM

Informasi ini bukan pengganti konsultasi langsung dengan dokter.
Panggilan Darurat
Form Pengaduan
Chat AI
Chat WhatsApp
Memuat halaman
Asisten Virtual RSKS
Siap membantu Anda

Halo! Saya Asisten Virtual RS Kemenkes Surabaya. Ada yang bisa saya bantu?

πŸ’¬ Anda bisa mengetik atau menggunakan suara (tap icon mic).
⚠️ Catatan: Riwayat chat akan otomatis terhapus dalam 3 hari. Simpan informasi penting Anda.