Hidrosefalus Kongenital pada Anak: Apa Gejala, Penyebab, dan Penanganannya?

Hidrosefalus Kongenital pada Anak: Apa Gejala, Penyebab, dan Penanganannya?

08 Jun 2026
Bagikan:

Apakah Sobat Sehat mengetahui tentang hidrosefalus kongenital? 

Hidrosefalus kongenital merupakan kelainan bawaan pada sistem saraf anak yang ditandai oleh penumpukan cairan otak (cairan serebrospinal) di dalam rongga otak (ventrikel). Kondisi ini sebenarnya sudah dapat terjadi sejak bayi masih berada di dalam kandungan atau segera setelah ia dilahirkan.

Jika tidak segera dikenali dan ditangani, penumpukan cairan ini dapat menyebabkan pembengkakan pada otak, peningkatan tekanan di dalam kepala, hingga memicu gangguan perkembangan otak anak dalam jangka panjang. Berkat kemajuan teknologi medis, mulai dari pemeriksaan kehamilan, pemindaian saraf, hingga teknik bedah saraf terkini, angka dan kualitas harapan hidup anak dengan hidrosefalus kongenital kini semakin meningkat.

Apa Itu Hidrosefalus Kongenital?

Secara sederhana, hidrosefalus kongenital adalah kondisi kepala membesar akibat penumpukan cairan otak yang sudah terjadi sejak bayi lahir. Kondisi ini muncul karena adanya gangguan pada produksi, aliran, atau penyerapan cairan serebrospinal, yang pada akhirnya membuat rongga otak melebar.

Kelainan ini bisa terjadi karena adanya penyumbatan (obstruktif), cairan yang tidak menyerap dengan baik (komunikans), atau bisa juga terjadi sebagai bagian dari sindrom genetik tertentu yang dibawa oleh anak. 

Penyebab dan Faktor Risiko

Ada beberapa kondisi medis yang dapat memicu terjadinya hidrosefalus bawaan pada bayi, antara lain:

  1. Penyumbatan pada saluran cairan otak (stenosis akuaduktus Sylvii).
  2. Kelainan bentuk otak sejak dalam kandungan (seperti malformasi Chiari dan malformasi Dandy-Walker).
  3. Cacat pada tabung saraf tulang belakang.
  4. Infeksi pada janin selama masa kehamilan.
  5. Perdarahan di dalam otak sebelum bayi lahir.
  6. Tumor bawaan atau adanya mutasi genetik tertentu.

Selain itu, terdapat beberapa faktor risiko yang membuat kehamilan lebih rentan mengalami kondisi ini, di antaranya adalah:

  1. Riwayat hidrosefalus dalam keluarga.
  2. Kelainan kromosom. 
  3. Penyakit diabetes ibu yang tidak terkontrol.
  4. Paparan zat berbahaya (teratogen) saat hamil.
  5. Infeksi kehamilan.

Tanda dan Gejala yang Harus Diwaspadai

Gejala hidrosefalus sangat bergantung pada usia anak. Pada bayi, tanda-tanda yang paling sering terlihat meliputi:

  1. Lingkar kepala yang membesar dengan cepat dan tidak normal.
  2. Ubun-ubun (fontanel) tampak menonjol dan tegang.
  3. Sela-sela tulang tengkorak terasa melebar.
  4. Pembuluh darah vena di kulit kepala terlihat sangat jelas atau menonjol.
  5. Mata selalu melihat ke bawah, atau bagian putih mata di atas terlihat jelas (fenomena sunset eyes).
  6. Bayi sering muntah, rewel, kesulitan menyusu, dan rentan kejang.
  7. Mengalami keterlambatan perkembangan tumbuh kembang.

Sementara itu, pada anak yang usianya lebih besar, gejala yang muncul bisa berupa sakit kepala hebat, mual dan muntah, gangguan penglihatan, hilangnya keseimbangan tubuh, serta menurunnya kemampuan kognitif (daya ingat dan belajar).

Kapan Harus Segera ke Rumah Sakit?

Jangan tunda pemeriksaan medis! Orang tua harus segera membawa anak ke dokter jika melihat ukuran kepala anak membesar secara tidak wajar. Segera kunjungi Instalasi Gawat Darurat (IGD) jika anak mengalami:

  1. Muntah berulang tanpa sebab yang jelas (bukan karena masuk angin atau salah makan).
  2. Kejang-kejang.
  3. Penurunan kesadaran (anak tampak sangat lemas dan sulit dibangunkan).
  4. Keterlambatan perkembangan motorik yang semakin nyata.

Kondisi tersebut merupakan tanda bahaya bahwa tekanan di dalam kepala anak sedang meningkat dan membutuhkan evaluasi dokter sesegera mungkin.

Pemeriksaan Medis untuk Diagnosis

Untuk memastikan diagnosis dan penyebab hidrosefalus, dokter akan melakukan beberapa pemeriksaan radiologi dan laboratorium:

  1. USG Kandungan (Prenatal): Pemeriksaan ini dapat mendeteksi adanya pelebaran rongga otak sejak bayi masih berada di dalam kandungan.
  2. USG Kepala Bayi (Transfontanel): Pemeriksaan awal yang aman dan mudah untuk bayi yang ubun-ubunnya masih terbuka.
  3. CT Scan Kepala: Membantu dokter menilai seberapa besar ukuran rongga otak dan mendeteksi kondisi gawat darurat.
  4. MRI Otak: Pemeriksaan paling rinci untuk melihat anatomi otak, mencari titik penyumbatan, serta mendeteksi kelainan lain yang menyertai hidrosefalus.
  5. Tes Laboratorium: Digunakan untuk mencari tahu penyebab pasti yang mendasarinya, seperti adanya infeksi bawaan, gangguan metabolisme, atau kelainan genetik.

Langkah Penanganan Hidrosefalus Kongenital

Penanganan utama untuk hidrosefalus adalah tindakan operasi guna mengalirkan cairan otak yang menumpuk. Beberapa metode yang sering dilakukan oleh dokter spesialis bedah saraf adalah:

  1. Pemasangan VP Shunt (Ventriculoperitoneal Shunt): Dokter akan memasang selang khusus di bawah kulit untuk mengalirkan kelebihan cairan dari otak menuju rongga perut, agar cairan tersebut bisa diserap oleh tubuh.
  2. Operasi ETV (Endoscopic Third Ventriculostomy): Pada beberapa kasus penyumbatan cairan, dokter dapat membuat lubang kecil di dasar rongga otak menggunakan alat endoskopi agar cairan bisa mengalir keluar tanpa perlu memasang selang permanen.

Setelah operasi, anak akan membutuhkan program rehabilitasi medik dan pemantauan tumbuh kembang secara berkala untuk memastikan fungsi otak dan sarafnya berkembang dengan baik.

Referensi

Anwar F, et al. Hydrocephalus: An update on latest progress in pathophysiology and management. 2024. Infant Hydrocephalus. Pediatrics in Review. 2024.

Kahle KT, et al. Paediatric hydrocephalus. Nature Reviews Disease Primers. 2024.

Liu XY, et al. Congenital hydrocephalus: a review of recent advances in genetic etiology and molecular mechanisms. Military Medical Research. 2024.

Panagopoulos D, et al. Current Trends in the Treatment of Pediatric Hydrocephalus. Children (Basel). 2024.
Informasi ini bersifat edukatif dan tidak menggantikan konsultasi langsung dengan dokter. Jika Anda memiliki keluhan medis, konsultasikan dengan tenaga kesehatan profesional.

Pertanyaan yang Sering Diajukan

Ya, dengan deteksi dini dan penanganan medis yang cepat, bayi dengan hidrosefalus memiliki peluang yang sangat baik untuk tumbuh dan berkembang secara normal. Penanganan utama biasanya melibatkan operasi pemasangan selang (VP shunt) atau teknik endoskopi (ETV) untuk mengalirkan kelebihan cairan di otak. Setelah operasi, dengan pendampingan terapi tumbuh kembang dan kontrol rutin, banyak anak dengan kondisi ini dapat beraktivitas, bersekolah, dan memiliki kualitas hidup yang sama seperti anak-anak pada umumnya.

Ukuran kepala bayi yang besar secara genetik (keturunan) biasanya tumbuh secara proporsional dan tidak disertai keluhan lain. Namun, orang tua wajib waspada dan mencurigai adanya hidrosefalus jika pembesaran kepala terjadi sangat cepat melampaui kurva pertumbuhan normal di buku KIA. Selain itu, hidrosefalus sering disertai tanda khas seperti ubun-ubun yang menonjol tegang, pembuluh darah vena di kulit kepala yang terlihat sangat jelas, bola mata yang cenderung terus melihat ke bawah (sunset eyes), serta bayi yang sering muntah dan sangat rewel.

Hidrosefalus sebenarnya sudah bisa terdeteksi sejak bayi masih berada di dalam kandungan melalui pemeriksaan USG kehamilan rutin. Jika kondisi ini baru muncul atau terlihat setelah bayi lahir, evaluasi medis harus segera dilakukan. Apabila Ayah dan Bunda menemukan ciri-ciri kepala bayi membesar secara tidak wajar atau disertai gejala seperti muntah dan kejang, segera bawa si Kecil ke Instalasi Gawat Darurat (IGD) atau jadwalkan konsultasi dengan dokter spesialis bedah saraf anak di RS Kemenkes Surabaya untuk mendapatkan pemeriksaan CT Scan atau USG kepala guna memastikan diagnosis yang akurat.
Panggilan Darurat
Form Pengaduan
Chat AI
Chat WhatsApp
Memuat halaman
Asisten Virtual RSKS
Siap membantu Anda

Halo! Saya Asisten Virtual RS Kemenkes Surabaya. Ada yang bisa saya bantu?

💬 Anda bisa mengetik atau menggunakan suara (tap icon mic).
⚠️ Catatan: Riwayat chat akan otomatis terhapus dalam 3 hari. Simpan informasi penting Anda.