Fimosis dan Parafimosis pada Anak: Kapan Harus Disunat?

Fimosis dan Parafimosis pada Anak: Kapan Harus Disunat?

26 Mar 2026
Bagikan:

Banyak Ayah dan Bunda merasa panik saat melihat kulit ujung penis si kecil tidak bisa ditarik. Lebih membuat cemas lagi, ketika sudah ditarik justru terjepit dan tidak bisa kembali seperti semula.

Pertanyaannya, apakah ini berbahaya? Haruskah langsung disunat?

Yuk, kita pahami bersama dengan lebih tenang ?

Apa Itu Fimosis dan Parafimosis?

Fimosis adalah kondisi ketika kulup (kulit ujung penis) tidak bisa ditarik ke belakang, sehingga kepala penis belum terlihat.

Sedangkan parafimosis terjadi saat kulup sudah ditarik ke belakang, tetapi tidak bisa kembali ke posisi semula dan menjepit kepala penis.

Penting untuk Ayah Bunda ketahui:
Pada bayi dan balita, fimosis sering kali normal (disebut fimosis fisiologis).

Namun, pada anak yang lebih besar, kondisi ini bisa menjadi masalah jika menimbulkan keluhan.

Apa Penyebabnya?

Beberapa penyebab yang sering terjadi:

  • Fimosis fisiologis (normal pada bayi & balita)
  • Infeksi berulang pada penis (balanitis)
  • Kebersihan yang kurang terjaga
  • Luka atau peradangan berulang
  • Kulup yang sering ditarik terlalu paksa

Jadi, Ayah Bunda, hindari menarik kulup secara paksa, ya.

Gejala yang Perlu Diwaspadai

Fimosis

  • Nyeri saat buang air kecil
  • Kulup tidak bisa ditarik sama sekali
  • Pancaran urin kecil atau menggembung seperti balon
  • Kemerahan dan bengkak
  • Keluar cairan atau bau tidak sedap
  • Demam (jika sudah infeksi)

Parafimosis (DARURAT)

  • Kepala penis tampak bengkak
  • Kulup terjebak di belakang
  • Nyeri hebat
  • Warna kebiruan

Jika ini terjadi, Ayah Bunda jangan menunda untuk segera bawa anak ke dokter.

Kapan Ayah Bunda Harus ke Dokter?

Segera konsultasikan jika:

  • Anak kesulitan atau nyeri saat buang air kecil
  • Kulup tidak bisa ditarik sama sekali
  • Terjadi pembengkakan hebat
  • Kulup terjebak (parafimosis)
  • Anak mengalami ISK berulang
  • Demam tanpa sebab jelas pada anak laki-laki

Bagaimana Cara Mengatasinya?

Penanganan akan disesuaikan dengan kondisi anak:

  • Salep kortikosteroid → untuk kasus ringan
  • Reduksi manual → dilakukan oleh tenaga medis
  • Antibiotik → jika ada infeksi
  • Dorsal slit → tindakan kecil untuk membuka kulup
  • Sirkumsisi (sunat) → jika diperlukan

Tidak semua anak harus langsung disunat, ya Ayah Bunda. Dokter akan menentukan pilihan terbaik sesuai kondisi si kecil.

Tips Pencegahan untuk Ayah & Bunda

  • Jangan memaksa menarik kulup pada bayi
  • Ajarkan kebersihan area genital sejak dini
  • Segera obati infeksi saluran kemih
  • Pertimbangkan sunat jika ada riwayat ISK berulang

FAQ – Pertanyaan yang Sering Ditanyakan

Q: Ayah Bunda, apakah fimosis pada balita berbahaya?
A: Tidak, selama masih termasuk fimosis fisiologis (normal).

Q: Apakah parafimosis bisa sembuh sendiri?
A: Tidak. Ini kondisi darurat dan harus segera ditangani dokter.

Q: Apakah sunat bisa mencegah ISK?
A: Ya, sunat dapat membantu menurunkan risiko infeksi saluran kemih pada anak laki-laki.

Ditulis Oleh: dr. Arif Oktavian, Sp.BA., FIAPS
Disunting Oleh: Hamidah Indrihapsari, SKM, MKM.

Informasi ini bersifat edukatif dan tidak menggantikan konsultasi langsung dengan dokter. Jika Anda memiliki keluhan medis, konsultasikan dengan tenaga kesehatan profesional.
Panggilan Darurat
Form Pengaduan
Chat AI
Chat WhatsApp
Memuat halaman
Asisten Virtual RSKS
Siap membantu Anda

Halo! Saya Asisten Virtual RS Kemenkes Surabaya. Ada yang bisa saya bantu?

💬 Anda bisa mengetik atau menggunakan suara (tap icon mic).
⚠️ Catatan: Riwayat chat akan otomatis terhapus dalam 3 hari. Simpan informasi penting Anda.