Apakah Anda Perlu Pemeriksaan PET-FDG Onkologi Scan?
Anda dianjurkan menjalani pemeriksaan Positron Emission Tomography (PET) FDG Scan bila termasuk dalam kondisi berikut:
- Memiliki benjolan atau keluhan yang dicurigai kanker.
- Hasil penanda tumor meningkat (misalnya CEA, CA-125, PSA).
- Sedang menjalani pengobatan kanker atau dalam pemantauan pasca terapi.
- Memiliki riwayat kanker atau faktor risiko tinggi, seperti:
- Riwayat keluarga dengan kanker,
- Kebiasaan merokok,
- Obesitas atau pola makan tidak sehat,
- Paparan lingkungan toksik,
- Infeksi virus onkogenik (mis. HPV, HBV, EBV).
Catatan: Pemeriksaan ini ditujukan untuk tumor padat, bukan termasuk kanker darah
Apa Itu PET FDG Scan dan Bagaimana Cara Kerjanya?
PET FDG Scan adalah teknik pencitraan molekuler yang menggambarkan aktivitas metabolik sel tubuh menggunakan radiofarmaka ¹?F-Fluorodeoxyglucose (¹?F-FDG).
¹?F-FDG adalah analog glukosa yang berperilaku seperti gula dalam tubuh. Setelah disuntikkan melalui pembuluh darah, tracer ini akan masuk ke dalam sel melalui transporter glukosa (GLUT). Sel kanker, yang memiliki metabolisme glukosa sangat tinggi (Warburg effect), akan menyerap lebih banyak FDG dibandingkan sel normal¹.
Di dalam sel, FDG difosforilasi menjadi FDG-6-fosfat dan terperangkap, sehingga memungkinkan deteksi area dengan aktivitas metabolik tinggi melalui sistem detektor PET².
Dengan demikian, daerah dengan peningkatan uptake FDG menggambarkan jaringan aktif, seperti sel kanker yang hidup, proses inflamasi aktif, atau infeksi³.
Tujuan Pemeriksaan PET FDG Scan
Berdasarkan pedoman Society of Nuclear Medicine and Molecular Imaging (SNMMI) dan European Association of Nuclear Medicine (EANM)???, PET FDG Scan memiliki berbagai tujuan diagnostik dan terapeutik, antara lain:
- Membedakan tumor ganas dari tumor jinak, misalnya pada nodul paru soliter.
- Menentukan stadium kanker (staging) sebelum dan sesudah terapi.
- Menentukan lokasi optimal untuk biopsi, terutama bila terdapat lesi multipel.
- Menentukan target volume radioterapi, agar penyinaran lebih tepat sasaran.
- Menilai respons terhadap kemoterapi atau radioterapi secara kuantitatif melalui perubahan SUV (Standardized Uptake Value).
- Mendeteksi kekambuhan (recurrence) atau residu tumor pasca terapi.
- Deteksi dini kanker, bahkan ketika pencitraan anatomi (CT/MRI) belum menunjukkan kelainan, karena gangguan metabolik biasanya mendahului perubahan struktural.
Apakah Pemeriksaan PET FDG Scan Aman?
Meskipun menggunakan radiasi, dosis yang diterima pasien relatif aman dan setara dengan pemeriksaan radiologi diagnostik lain, seperti CT scan dada atau abdomen?.
Dosis radiasi total dari satu kali PET/CT FDG berkisar antara 7–14 mSv, tergantung dosis tracer dan protokol CT yang digunakan?.
Pemeriksaan tidak dianjurkan untuk wanita hamil karena potensi paparan radiasi pada janin. Untuk wanita menyusui, dianjurkan menunda menyusui selama 24 jam setelah pemeriksaan?.
Persiapan Sebelum Pemeriksaan
Pedoman SNMMI–EANM (2022) dan Kemenkes RI?,¹? menyarankan:
- Puasa 6–8 jam sebelum pemeriksaan (boleh minum air putih).
- Tidak mengonsumsi makanan tinggi gula atau karbohidrat 24 jam sebelumnya.
- Pasien diabetes: gula darah harus dikontrol <150 mg/dL sebelum injeksi FDG.
- Infus nutrisi mengandung glukosa harus diganti dengan cairan bebas gula.
- Hindari olahraga atau aktivitas fisik berat 24 jam sebelum pemeriksaan.
Prosedur Pemeriksaan
- Pemeriksaan kadar gula darah dilakukan sebelum penyuntikan FDG.
- FDG disuntikkan melalui pembuluh darah, kemudian pasien beristirahat 45–60 menit agar tracer terserap oleh jaringan target.
- Setelah itu dilakukan pencitraan seluruh tubuh dari kepala hingga kaki menggunakan scanner PET/CT.
- Durasi pemeriksaan sekitar 15–20 menit, tergantung jenis mesin dan protokol.
Selama menunggu, pasien diharapkan tidak berbicara dan tidak bergerak banyak untuk mencegah distribusi FDG ke otot-otot yang tidak diinginkan.
Interpretasi Hasil
Hasil PET FDG dievaluasi oleh dokter spesialis kedokteran nuklir, dengan menilai:
- Distribusi tracer pada organ normal,
- Area dengan uptake meningkat (hot lesion),
- Nilai SUV (Standardized Uptake Value) sebagai ukuran aktivitas metabolik relatif,
- Dan perbandingan uptake antara baseline dan follow-up.
Kesimpulan
PET FDG Scan merupakan alat diagnostik molekuler unggulan dalam mendeteksi, menentukan stadium, serta memantau terapi kanker.
Pemeriksaan ini memiliki sensitivitas dan spesifisitas tinggi dibandingkan modalitas konvensional karena menilai perubahan fungsi biologis sebelum kelainan anatomi terlihat.
Dengan penerapan PET/CT digital modern di RS Kemenkes Surabaya, pasien kini dapat memperoleh diagnosis yang akurat dan cepat dengan harga yang lebih terjangkau, mendukung misi Kementerian Kesehatan RI dalam penguatan layanan onkologi nasional.
Daftar Pustaka
Pauwels EKJ, Ribeiro MJ. FDG uptake mechanisms in oncology. Eur J Nucl Med Mol Imaging. 2022;49(1):1–15.
- Cherry SR, Sorenson JA, Phelps ME. Physics in Nuclear Medicine. 5th ed. Elsevier; 2018.
- Kapoor M. Positron Emission Tomography (PET) Scanning. StatPearls. Treasure Island (FL): NCBI Bookshelf; 2022.
- Boellaard R, Delgado-Bolton R, Oyen WJG, Giammarile F, Tatsch K, Eschner W, et al. FDG PET/CT: EANM procedure guidelines for tumour imaging: version 3.0. Eur J Nucl Med Mol Imaging. 2022;49(2):328–354.
- SNMMI. Procedure Guideline for Tumor Imaging Using 18F-FDG PET/CT (Version 3.0). Society of Nuclear Medicine and Molecular Imaging; 2022.
- EANM Oncology Committee. FDG-PET/CT in Oncology: Current Practice and Future Directions. Eur J Nucl Med Mol Imaging. 2021;48:1212–1231.
- ICRP. The 2007 Recommendations of the International Commission on Radiological Protection. Ann ICRP. 2007;37(2–4):1–332.
- Rahmim A, Zaidi H. PET/CT radiation dosimetry and patient safety. Med Phys. 2023;50(2):e93–e107.
- SNMMI. Guideline for the Use of Radiopharmaceuticals in Pregnant and Lactating Women. J Nucl Med. 2023;64(1):15–23.
- Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Rencana Kanker Nasional 2024–2034. Jakarta: Kemenkes RI; 2024.
- RS Kemenkes Surabaya. Brosur Layanan PET Scan FDG. Surabaya: Kemenkes RI; 2025.
- Di Carli MF, Heller GV. Cardiac PET/CT: Current status and future directions. Radiographics (RSNA). 2023;43(5):E87–E105.