Benarkah Kanker Serviks Masih Bisa Terjadi Setelah Operasi Angkat Rahim?

Benarkah Kanker Serviks Masih Bisa Terjadi Setelah Operasi Angkat Rahim?

16 Apr 2026
Bagikan:

Halo, Sobat Sehat!

Banyak wanita yang mungkin bertanya-tanya dan merasa khawatir, "Apakah kanker serviks masih bisa terjadi setelah saya menjalani operasi angkat rahim (histerektomi)?" Secara umum, operasi pengangkatan rahim memang dapat menurunkan risiko terkena kanker serviks secara drastis. Namun, faktanya, dalam kondisi tertentu kanker masih bisa muncul. Kanker dapat berkembang pada sisa jaringan serviks yang tidak ikut diangkat, atau pada jaringan vagina setelah operasi.

Oleh karena itu, bagi Sobat Sehat yang pernah menjalani histerektomi, sangat penting untuk tetap memahami risikonya dan tidak mengabaikan pemeriksaan kesehatan berkala. Yuk, kita bahas lebih dalam!


Memahami Kanker Serviks Pasca-Histerektomi

Kanker serviks setelah angkat rahim adalah kondisi ketika sel kanker muncul pada jaringan yang masih berkaitan dengan serviks atau vagina setelah tindakan histerektomi.

Ada beberapa kemungkinan kondisi yang bisa terjadi:

  1. Kanker Stump Serviks: Kondisi ini terjadi jika operasi yang dilakukan adalah histerektomi subtotal (hanya rahim yang diangkat, sementara leher rahim atau serviks masih tersisa). Kanker bisa berkembang pada sisa serviks tersebut.

  2. Kanker Vagina Primer: Jika Sobat Sehat menjalani histerektomi total (rahim dan serviks diangkat seluruhnya), kanker masih bisa muncul pada bagian atas vagina (vaginal vault).

  3. Kanker Serviks yang Belum Terdeteksi: Meski jarang terjadi, ada kasus di mana kanker serviks stadium sangat awal sebenarnya sudah ada sebelum operasi, tetapi belum terdiagnosis saat histerektomi dilakukan untuk menangani penyakit jinak lainnya.

Faktor Risiko & Penyebabnya

Mengapa hal ini bisa terjadi? Ada beberapa faktor yang dapat meningkatkan risiko munculnya kanker setelah histerektomi, antara lain:

  • Menjalani histerektomi subtotal yang masih menyisakan jaringan serviks.

  • Adanya infeksi virus HPV risiko tinggi yang menetap di dalam tubuh.

  • Memiliki riwayat lesi prakanker serviks (CIN 2 atau CIN 3) sebelum operasi dilakukan.

  • Berusia lebih dari 50 tahun saat menjalani operasi.

  • Tidak rutin melakukan pemeriksaan kontrol setelah proses penyembuhan histerektomi.

Gejala yang Perlu Sobat Sehat Waspadai

Sobat Sehat perlu waspada dan segera melakukan pengecekan jika mengalami beberapa gejala berikut setelah histerektomi:

  • Perdarahan vagina yang tidak normal (terutama setelah menopause).

  • Perdarahan setelah berhubungan seksual.

  • Keputihan yang berbau tajam, berubah warna, atau tidak biasa.

  • Nyeri panggul yang menetap dan tidak kunjung hilang.

  • Nyeri saat berhubungan seksual.

  • Terdapat benjolan atau luka pada vagina yang tidak kunjung sembuh.

Catatan: Gejala-gejala di atas tidak selalu menandakan kanker, tetapi sangat penting untuk diperiksakan ke dokter guna memastikan penyebab pastinya.

Kapan Waktu yang Tepat ke Dokter?

Jangan tunda kunjungan ke fasilitas kesehatan jika Sobat Sehat mengalami gejala-gejala di atas, memiliki riwayat lesi prakanker serviks, atau belum pernah sama sekali melakukan pemeriksaan kontrol setelah operasi.

Dokter biasanya akan melakukan evaluasi melalui pemeriksaan panggul, kolposkopi, biopsi jaringan, hingga MRI panggul atau CT scan jika diperlukan untuk memastikan diagnosis.

Langkah Penanganan yang Tepat

Jika terdiagnosis, penanganan akan disesuaikan dengan lokasi dan stadium penyakit.

A. Penanganan Mandiri (Dukungan Pemulihan)

  • Disiplin melakukan kontrol kesehatan secara berkala.

  • Mengikuti jadwal skrining yang dianjurkan oleh dokter spesialis kandungan.

  • Menjaga pola hidup sehat, makan bergizi, dan kelola stres untuk menjaga daya tahan tubuh.

B. Penanganan Medis

  • Operasi: Pengangkatan jaringan kanker yang muncul.

  • Radioterapi: Terapi radiasi dari luar tubuh.

  • Brakiterapi: Terapi radiasi yang diberikan dari dalam vagina.

  • Kemoterapi: Diberikan pada kasus kanker yang sudah mencapai stadium lanjut.

Tips Pencegahan Agar Tetap Sehat

Mencegah selalu lebih baik daripada mengobati. Berikut adalah langkah-langkah yang bisa Sobat Sehat lakukan untuk menurunkan risiko:

  • Rutin Skrining: Tetap lakukan skrining kanker serviks atau tes HPV sesuai anjuran dokter, meski sudah angkat rahim.

  • Vaksinasi: Dapatkan vaksin HPV jika belum pernah mendapatkannya.

  • Gaya Hidup Sehat: Hindari kebiasaan merokok karena dapat menurunkan imun dan memicu mutasi sel.

  • Jaga Imunitas: Jaga sistem kekebalan tubuh dengan nutrisi dan istirahat yang cukup.


Tanya Jawab Singkat (FAQ)

Q: Apakah setelah angkat rahim masih bisa terkena kanker serviks? A: Ya, masih mungkin terjadi. Terutama jika serviks tidak ikut diangkat saat operasi (histerektomi subtotal), atau jika sel kanker muncul pada jaringan dinding vagina setelah operasi.

Q: Apakah setelah histerektomi saya masih perlu Pap smear? A: Tergantung pada jenis operasi dan riwayat penyakit Sobat Sehat sebelumnya. Jika serviks masih ada, atau jika ada riwayat lesi prakanker sebelumnya, pemeriksaan Pap smear tetap sangat diwajibkan.

Q: Apakah infeksi HPV masih berbahaya setelah rahim diangkat? A: Ya. Virus HPV masih dapat menyebabkan perubahan sel pada jaringan vagina atau sisa jaringan serviks, yang pada akhirnya bisa berkembang menjadi kanker.

Punya pertanyaan lebih lanjut? Jangan ragu untuk berkonsultasi dengan dokter spesialis kandungan di rumah sakit terdekat untuk mendapatkan saran medis yang paling tepat untuk kondisi Sobat Sehat ya!



Ditulis Oleh: dr. Berry Eka Parda Bancin, M.Ked(OG), Sp.OG
Disunting Oleh: Hamidah Indrihapsari, SKM, MKM

Informasi ini bersifat edukatif dan tidak menggantikan konsultasi langsung dengan dokter. Jika Anda memiliki keluhan medis, konsultasikan dengan tenaga kesehatan profesional.
Panggilan Darurat
Form Pengaduan
Chat AI
Chat WhatsApp
Memuat halaman
Asisten Virtual RSKS
Siap membantu Anda

Halo! Saya Asisten Virtual RS Kemenkes Surabaya. Ada yang bisa saya bantu?

💬 Anda bisa mengetik atau menggunakan suara (tap icon mic).
⚠️ Catatan: Riwayat chat akan otomatis terhapus dalam 3 hari. Simpan informasi penting Anda.